SOLO, MettaNEWS – Kandidat bakal calon wali kota Solo, Rudy Indijarto Sugiharto memberi motivasi dan mengajak puluhan anak yatim piatu halalbihalal, di Rasa Mirasa Resto Pabelan, Jumat (26/4/2024). Dalam kegiatan ini bekerja sama dengan Baznas Surakarta.
Rudi mengatakan halalbihalal ini sebagai salah satu caranya untuk berbagi dengan anak-anak panti asuhan.
“Kita mengadakan acara halalbihalal dengan anak yatim memang tujuan kita untuk berbagi. Karena banyak anak-anak yang tidak seberuntung kita. Banyak yang membutuhkan kasih sayang karena ditinggal orang tuanya,” tutur Rudy.
Pada hari raya Idul Fitri ini lanjut Rudy menjadi moment yang tepat untuk berbagi kasih.
“Dengan mengadakan acara ini sesuai prinsip kita mau berbagi untuk orang-orang yang tidak seberuntung lainnya. Kita motivasi anak-anak untuk bersemangat di dalam menempuh hidup ini karena hidup itu memang penuh tantangan,” ujar pengusaha ini.
Selain mendengarkan tauziah dari ustad, pada halalbihalal ini anak-anak panti juga mendapat motivasi dari Rudy. Penulis buku Naik Level Menjadi Pusat Solusi Ini juga kehilangan orangtua saat masih belia.
“Saya juga ditinggal orangtua pada usia 13 tahun. Saya jadi terinspirasi untuk anak-anak ini bisa menjadi orang-orang sukses. Jadi kita berikan semangat dan harapan untuk bisa hidup yang lebih baik. Kuncinya sebenarnya kita harus punya semangat hidup yang kuat dan pantang menyerah,” tegasnya.
Hal itu pula yang menjadi dasar pengusaha Solo ini mantap mencalonkan diri masuk bursa Wali Kota Solo 2024
“Alasan saya karena saya kepingin berbagi. Seperti yang saya katakan sebenarnya sudah di zona nyaman saya sebagai pengusaha. Tetapi Saya kepingin keluar dari zona nyaman untuk bisa berbagi dengan masyarakat. Dan juga nantinya bisa ikut membangun kota Solo dan juga terutama masyarakatnya juga. Sehingga mereka nanti akan menjadi orang-orang yang sukses dan bisa ikut membangun Indonesia. Juga ingin menciptakan lapangan kerja dan pembangunan ekonomi Kota Solo,” tuturnya.
Masalah pengentasan kemiskinan menurut Rudy juga menjadi prioritas programnya.
“Pengecasan kemiskinan dan juga mengangkat mereka untuk bisa mandiri dan punya semangat hidup untuk menjadi orang sukses. Kita sudah mulai dengan banyak membina UMK UMKM terutama yang berhubungan dengan industri tekstil,” jelasnya.
Lewat UMKM tersebut Rudy menjembatani agar anak putus sekolah, difabel dan anak panti bisa mendapat pekerjaan.
“Kemarin juga banyak komunikasi dengan mereka para UMKM. Dan mereka juga sudah mulai memperkerjakan anak-anak difabel, anak yatim piatu untuk mereka berikan semangat hidup. Dan juga berikan pelatihan-pelatihan untuk mereka bisa berbaur dengan masyarakat umum. Sehingga mereka merasa tidak terpinggirkan tapi mereka bisa menjadi anak-anak yang nantinya bisa ikut membangun Indonesia,” pungkasnya.








