SOLO, MettaNEWS – Program Nyalanesia Festival Literasi Nasional menargetkan 123 ribu karya untuk tahun 2024 ini. Karya ini berupa buku, artikel, puisi dan lainnya baik dari siswa, gurus dan dosen. Startup Nyalanesia pada tahun 2023 berhasil membimbing hingga lahir 83 ribu karya.
Founder Nyalanesia, Lenang Manggala mengatakan untuk mencapai target tersebut tahun ini menjalin banyak perjanjian kerja sama dengan sekolah.
Rangkaian Festival Literasi Nasional 2024 di Solo dibuka dengan Gala Dinner sebagai ruang kolaborasi antar Pemerintah hingga Komunitas di House of Danar Hadi, Solo, Jumat (26/04/2024).
“Festival literasi nasional ini sudah berjalan 8 tahun. Berdiri di Solo dan selama ini kita selalu mengadakan di Solo. Sejak sejak awal berdiri kita punya tujuan untuk menjadikan Solo ini sebagai Kota literasi dunia dan ini menjadi bagian dari tugas kami,” ujarnya.
Pada gala dinner ini juga berlangsung penandatanganan kerja sama program literasi dengan 3 kabupaten kota. Yakni Kabupaten Maros, Kebumen dan Berau.
“Kita akan mendampingi sekolah-sekolah di kabupaten tersebut selama 1 tahun. Untuk mendapatkan pelatihan sampai penerbitan buku dan pengembangan website,” jelasnya.
Lenang menuturkan hingga saat ini sudah 16 daerah yang bekerja sama dalam pendampingan literasi.
“Pendampingan pelatihan ini goalnya adalah penerbitan karya-karya dari siswa dan guru. Selain pelatihan literasi, baca, tulis digital, nomor resi dan lainnya mereka akan didampingi untuk menulis karya. Ada puisi, cerpen, artikel dan karya tulis, komik, novel, dan lainnya. Nantinya karya tersebut akan diterbitkan menjadi buku,” tegasnya.
Selain Gala Dinner, Nyalanesia akan mengadakan puncak acara FLN 2024 di Terminal Tirtonadi, Solo, sebagai ajang apresasi untuk 80.000 karya lomba dari 778 peserta, serta penganugerahan rekor MURI dan juga acara NyalaTalks.
Dalam sambutannya di acara Gala Dinner, Ketua FLN 2024 Imam Subchan menambahkan FLN 2024 yang digelar diberbagai kota di Indonesia memiliki tujuan untuk mengasah spirit cinta rasa dan karsa. Imam juga meminta dukungan kepada seluruh stakeholder yang hadir agar bisa selalu menghidupkan literasi di Indonesia.
“Melalui spirit ini Nyalanesia mendukung terciptanya pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan intelektual, namun juga etika dan estetika,” pungkas Imam Subchan.







