SOLO, MettaNEWS – Kalau mau jadi nahkoda yang berhasil kita harus bisa melewati tidak hanya gelombang tapi juga badai pada kehidupan. Pepatah lama ini menjadi pegangan bagi Rudy Indijarto Sugiharto, seorang pengusaha dari Solo yang memilih keluar dari zona nyaman untuk lebih bergerak dan berguna bagi masyarakat.
Rudy memulainya dengan merilis buku biografi “Naik Level Menjadi Pusat Solusi”, Rabu (6/3/2024) di Ballroom Alila Hotel Solo dengan mengundang ratusan tamu undangan dari berbagai kalangan.
Pemilik bendera usaha PT. Kusuma Mulia Group ini ingin berbagi dan menyampaikan jalan pikiran dan pandangannya dari pengalamannya melalui buku biografi.
“Hidup ini pilihan ingin menjadi apa seseorang itu pilihan masing-masing. Masa depan apa yang diharapkan oleh seseorang itu juga pilihannya sendiri, pendekatan dan saran apa untuk mengatasi permasalahan itu juga pilihan. Seperti yang saya uraikan dalam buku ini kalau mau naik level berbagilah. Dan jadilah diri kita sebagai pusat solusi sehingga bisa tercipta pengharapan baru bagi orang yang mau sukses,” jelasnya.
Rudy yang sudah malang melintang dalam dunia bisnis lebih dari 29 tahun ini mendedikasikan buku ini kepada masyarakat Indonesia dan khususnya masyarakat Solo.
“Buku ini saya presentasikan dan persembahkan kepada seluruh masyarakat yang ingin punya pengharapan yang baru. Saya memang banyak bertutur dan berbagi cerita tentang keadaan kota Solo sekarang ini untuk para sahabat dan teman-teman yang sungguh mencintai Kota Solo,” tuturnya.
Rudy menyampaikan ia banyak bertutur dan berbagi cerita pandangan tentang perdagangan industri dan pariwisata. Khususnya UMKM di kota Solo dewasa ini, baik itu yang berkaitan dengan perkembangan dan kemajuan. Maupun yang menyangkut tantangan dan permasalahan yang dihadapi,” ujarnya.
Rudy mengaku menulis buku ini sesuai kapasitasnya sebagai seorang pelaku ekonomi, juga sebagai praktisi dan pelaku industri dan perdagangan kecil dan turunannya.
“Saya bersyukur karena banyak pengalaman yang sudah saya peroleh. Saya sebenarnya sudah berada di zona nyaman tetapi saya bergerak untuk dari dunia nyaman saya sebagai pengusaha. Saya berharap di masa yang akan datang ini hidup saya bisa lebih berarti lagi, berbagi dan berguna bagi banyak orang terutama di Kota Solo ini. Agar hidup saya bisa maksimal untuk berbagi dan saya tidak hanya sebagai penonton saja tetapi juga bisa mengatur dan membuat regulasi serta pelaksanaan untuk membenahi setiap permasalahan yang ada sampai ke akar-akarnya. Hal ini untuk mengembalikan kejayaan Kota Solo dengan mengembangkan pariwisata perdagangan dan industri menggerakkan UMKM dan industri di kota Solo ini. Pengetahuan dan pengalaman saya bagikan dalam buku ini mungkin relevan dan berguna bagi yang membacanya,” bebernya.
Lewat buku biografi ini, Rudy berharap bisa menjadi inspirasi bagi semua yang membacanya. Bisa berguna bagi banyak orang dengan berbagi supaya banyak orang yang bisa naik level. Seperti kisah pemimpin siapapun dan di kota manapun kisah itu selalu indah banyak pasang surutnya serta keberhasilannya.
“Bahwa masyarakat Kota Solo dapat melakukan perubahan besar, transformasi menuju masa depan yang lebih baik. Yang perubahan selalu menghadirkan tantangan permasalahan di dalamnya. Perubahan besar juga bukan kegiatan sekali jadi tetapi sebuah proses yang akan terus berjalan dan bergerak secara berkesinambungan,” terangnya.

Pada peluncuran buku ini dikemas dengan talkshow dan bedah ide bersama tokoh masyarakat Kota Solo, Sumartono Hadinoto.
Martono sendiri adalah kawan lama yang membersamai dalam perjalanan industry dan usaha Rudy.
“Saya banyak belajar bahwa pengusaha ini bisa banyak berperan itu balik lagi ke pribadinya masing-masing. Kita punya niat ke sana atau enggak. Nah inilah yang mungkin saya sendiri sangat bersyukur ada salah satunya Pak Rudi yang hari ini melaunching bukunya untuk naik level. Saya cukup kenal lama dengan Pak Rudi dan saya melihat ada kemauan yang luar biasa untuk ke sana ini. Tentunya yang kita apresiasi mudah-mudahan niat baik apa yang baru mulai dikerjakan ini kedepan akan membawa dampak yang cukup besar bagi Kota Solo,” kata Martono.
Martono memaparkan penduduk Indonesia dengan SDM dan sumber daya alam yang luar biasa seharusnya bisa menjadi negara seperti China yang berkembang pesat. Khususnya dalam hal industry dan produknya yang menguasai dunia.
“Harusnya kita bisa ke sana cuma ya memang semua butuh proses tidak bisa instan. Akhirnya kita sangat berharap akan banyak orang-orang Solo yang bisa mencontoh Pak Rudi, minimal mau berbuat sesuatu. Tapi meluangkan waktu dan mau itu yang kita harapkan memotivasi banyak orang. Karena kalau di sengkuyung hal yang beratnya menjadi ringan dan hasilnya akan jadi maksimal,” tuturnya.
Menurut Martono buku “Naik Level Menjadi Pusat Solusi” penting untuk menjadi motivasi bagi masyarakat.
“Bagaimana Pak Rudy menceritakan pengalaman hidupnya apa yang sudah dilakukan ini sangat penting menurut saya. Karena orang akan tergugah mungkin termotivasi kalau sudah ada contohnya. Orang biasanya lebih gampang jadi follower daripada jadi founder. Nah inilah yang kita berharap dari buku ini akan banyak teman-teman kita yang tergugah untuk bisa menjadi Pak Rudi -Pak Rudi yang lain. Dan kalau di Solo banyak seperti Pak Rudi tentunya transformasi yang cepat ini bisa kita segera nikmati bersama. Setiap perubahan pasti ada kesempatan yang lebih baik. Jadi mari kita siap untuk berkorban sekecil apapun berkontribusi nyata sekecil apapun agar kita bangga jadi Wong Solo,” pungkasnya.








