SOLO, MettaNEWS – Kampung Ramadan Prabu Sangaji di Kelurahan Keprabon, Kota Surakarta, menjadi contoh nyata pemberdayaan ekonomi sekaligus penguatan nilai religius masyarakat selama bulan suci Ramadan. Kegiatan yang merupakan singkatan dari Keprabon Suka Mengaji ini memadukan rangkaian aktivitas keagamaan dengan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk berjualan.
Pembukaan acara berlangsung meriah pada Minggu (8/3/2026) pukul 14.30 WIB di kompleks Kantor Kelurahan Keprabon, yang dihadiri dan dibuka langsung oleh Astrid Widayani, Wakil Wali Kota Surakarta.
Selama Ramadan, Kampung Ramadan Prabu Sangaji menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari belajar mengaji, mengaji bersama, hingga bazar UMKM yang diikuti oleh warga setempat. Selain itu, panitia juga menggelar Ramadhan Rhythm Voice & Drum Bassic Competition 1447 H/2026, sebuah lomba kreativitas musik yang diikuti generasi muda Keprabon, sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat yang datang berkunjung.
Suasana semakin hangat ketika Wakil Wali Kota Astrid Widayani ikut bernyanyi bersama peserta lomba, yang disambut antusias oleh masyarakat yang hadir. Astrid menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya memperkuat kebersamaan, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi warga di tingkat kampung.
“Di dalam bulan Ramadan ini kita diajarkan untuk berbagi dan meningkatkan kebersamaan, seperti yang tercermin dalam kegiatan Kampung Ramadan Prabu Sangaji ini,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen mendukung ruang kreativitas masyarakat agar kegiatan positif di wilayah dapat terus berkembang.
Ketua UMKM Keprabon, Redi, berharap Kampung Ramadan ini dapat diselenggarakan setiap tahun dengan cakupan lebih luas sehingga manfaatnya dirasakan lebih banyak warga dan pelaku UMKM.
“Kami berharap di tahun-tahun depan acara seperti ini tetap ada dan bisa berkembang lebih maksimal lagi,” kata Redi.
Melalui Kampung Ramadan Prabu Sangaji, warga Keprabon tidak hanya memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga menciptakan ruang pemberdayaan ekonomi bagi pelaku UMKM lokal. Sinergi antara kegiatan keagamaan, sosial, dan ekonomi ini diharapkan mampu menghadirkan suasana Ramadan yang hangat, produktif, dan meriah di tingkat kampung Kota Surakarta.







