Wagub Jateng Apresiasi Program AGUS PBNU: Perkuat Literasi Al-Qur’an dan Gizi Santri

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi atas peluncuran program Gerakan Alquran dan Gizi untuk Santri (AGUS) yang diinisiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Program ini dinilai menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas santri, baik dari sisi pendidikan Al-Qur’an maupun pemenuhan gizi.

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Taj Yasin Maimoen, Wakil Gubernur Jawa Tengah (Gus Yasin), saat menghadiri peluncuran program AGUS di Pondok Pesantren Al Uswah, Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (8/3).

Menurut Wagub, program AGUS sejalan dengan upaya Pemprov Jateng dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung program nasional pemenuhan gizi masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi PBNU dan seluruh jaringan NU yang ikut menyukseskan dua program ini, yaitu penguatan pembelajaran Al-Qur’an melalui distribusi mushaf serta dukungan terhadap pemenuhan makanan bergizi,” bebernya.

Sejak 2018, Pemprov Jateng juga memberikan perhatian khusus terhadap pendidikan Al-Qur’an dengan memberikan tali asih bagi penghafal Al-Qur’an sebagai bentuk motivasi dan penghargaan bagi generasi muda. Dengan adanya distribusi mushaf, Wagub berharap semakin banyak santri terdorong untuk mempelajari, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an.

Program AGUS diluncurkan dengan distribusi 100 ribu mushaf Al-Qur’an senilai sekitar Rp10 miliar, serta bantuan 20 ton telur bagi pesantren. Inisiatif ini digagas oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah PBNU bekerja sama dengan Yayasan Al Fatihah.

Manajer Program AGUS, Ulun Nuha, menjelaskan bahwa dukungan terhadap santri masih sangat dibutuhkan. Berdasarkan data Kementerian Agama, lebih dari 28 ribu pesantren berafiliasi dengan NU dengan sekitar 1,6 juta santri mukim, bahkan diperkirakan mencapai lima juta santri secara keseluruhan.

“Di sejumlah pesantren masih ditemukan keterbatasan mushaf Al-Qur’an sehingga santri harus bergantian saat belajar. Selain itu, masih ada persoalan gizi, terutama bagi santri perempuan yang lebih dari 50 persen mengalami kekurangan gizi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menambahkan bahwa program AGUS menjadi bagian dari upaya PBNU memperkuat kontribusi pesantren dalam mendukung pemenuhan gizi nasional. PBNU juga telah bekerja sama dengan pemerintah untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah, dengan hampir 200 titik telah diresmikan dan lebih dari 300 lainnya dalam proses.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak santri memperoleh akses makanan bergizi sekaligus fasilitas belajar Al-Qur’an yang memadai, memperkuat kualitas generasi muda di pesantren di seluruh Jawa Tengah.