Jokowi Terima Kunjungan Sungai Watch, Tiga Bersaudara Bencheghib Serahkan Produk Daur Ulang dan Gaungkan Gerakan Bersih Sungai Nasional

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, menerima kunjungan dari Yayasan Sungai Watch bersama perusahaan daur ulang asal Prancis, Sungai Design, dalam sebuah pertemuan yang sarat semangat pelestarian lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, tiga bersaudara sekaligus co-founder, yakni Gary Bencheghib, Kelly Bencheghib, dan Sam Bencheghib, menyerahkan sejumlah produk hasil daur ulang kepada Jokowi.

Produk yang diberikan berupa kursi dan tempat tisu berbahan dasar limbah plastik kresek, serta alat penyaring sampah yang dibuat dari paralon bekas. Penyerahan ini menjadi simbol konkret upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus inovatif.

Gary Bencheghib mengungkapkan rasa antusiasnya bisa kembali bertemu dengan Jokowi setelah pertemuan terakhir mereka pada 2018, saat peluncuran program Citarum Harum.

“Hari ini luar biasa pagi kita. Kita bisa bertemu sama Pak Jokowi. Terakhir kita bertemu sebenarnya di tahun 2018 waktu Bapak launching Citarum Harum, yang program untuk membersihkan Sungai Citarum di tahun 2018 dan sekarang akan kita bahas terkait pelari kita dari Bali ke Jakarta. Kita masih sedang lari 1.200 kilometer. Kita lari setiap hari 25 kilo,” urai Gary.

Aksi lari dari Bali menuju Jakarta sejauh 1.200 kilometer tersebut bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan kampanye lingkungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi sungai di Indonesia.

Sam Bencheghib menambahkan, pertemuan dengan Jokowi juga dimanfaatkan untuk membahas langkah konkret dalam memperluas gerakan pembersihan sungai di Indonesia.

“Dan mungkin dengan Bapak bicara tentang bagaimana kita bisa betul-betul bersih semua sungai di Indonesia. Ada lebih dari 4.000 sungai di sini di Indonesia. Mungkin diskusi tentang kolaborasi dengan pemerintah, dengan perusahaan. Kami di Sungai Watch adalah satu yayasan yang setiap hari turun ke sungai. Tapi ada banyak sekali kerja di depan,” ungkap Sam.

Ia menjelaskan, hingga saat ini Sungai Watch telah membersihkan lebih dari 400 sungai setiap hari melalui pemasangan jaring penangkap sampah di berbagai titik. Aktivitas tersebut telah berjalan di sejumlah wilayah seperti Bali, Banyuwangi, dan Sidoarjo.

“Jadi luar biasa bisa ketemu dengan Bapak Jokowi untuk diskusi bagaimana bisa lebih lanjut dan bisa dapat lebih dampak lagi,” lanjutnya.

Ke depan, Sungai Watch berencana memperluas jangkauan operasionalnya ke berbagai daerah di Pulau Jawa, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Bahkan, Solo menjadi salah satu kota yang dipertimbangkan untuk pengembangan cabang baru.

Dalam kunjungan tersebut, pihak Sungai Watch juga menyampaikan respons Jokowi terhadap gerakan yang mereka lakukan. Menurut Gary, Jokowi menilai program ini sangat menarik dan berpotensi dikembangkan lebih besar lagi.

“Dari Pak Jokowi sendiri, dia menarik sekali program kita dan pengin biar kita bisa langsung ketemu sama Wapres pas kita selesai pelarinya ini. Sebenarnya beliau sampaikan untuk gerakan sampah bersihkan sungai harus ada simbol yang diperkuat,” jelasnya.

Jokowi juga menekankan pentingnya membangun gerakan yang lebih besar dari sekadar aktivitas komunitas atau LSM, sehingga mampu menjadi gerakan nasional yang melibatkan berbagai pihak.

“Bagaimana kita bisa membuat gerakan yang lebih besar daripada LSM semua, biar jauh lebih besar dari semua. Ini yang kita memang perlu full support dari Pak Jokowi dan pemerintah kita,” imbuh Gary.

Dalam rangkaian kegiatan di Solo, tim Sungai Watch juga telah melakukan aksi nyata bersama Pemerintah Kota Solo dengan turun langsung ke Sungai Bengawan Solo untuk membersihkan sampah. Aksi tersebut menjadi langkah awal sebelum mereka melanjutkan perjalanan lari menuju Jakarta.

“Tadi pagi kita sebenarnya turun sama Pemkot Solo di Bengawan Solo. Ini cuma aksi pertama. Kita nanti lanjut dari Purwodadi ke Semarang nanti sore jam 3. Tapi harapan kita setelah kita berarinya ini di Jakarta, nanti kita bisa balik ke Kota Solo untuk eksplorasi apa yang kita bisa lakukan,” tutur Gary.

Ia juga menyebut telah bertemu dengan Wali Kota Solo yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program lingkungan ini..