SOLO, MettaNEWS — Junior Chamber International (JCI) Solo menggelar kegiatan Walk For Autism bertema Steps to the Future di Pamedan Pura Mangkunegaran, Surakarta, Minggu (1/6/2025).
Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian acara inklusif JCI Solo yang digelar sejak April lalu, dengan tujuan utama membangun kepedulian dan pemahaman masyarakat terhadap anak-anak berkebutuhan khusus, khususnya penyandang autisme dan sindrom perkembangan lainnya.
Ketua Umum JCI Solo William Sandika Martanto menyampaikan bahwa sekitar 750 peserta turut serta dalam kegiatan tersebut, yang terdiri dari anak-anak berkebutuhan khusus, guru pendamping, dan orang tua dari sembilan lembaga pendidikan luar biasa (SLB) dan yayasan di Solo Raya.
“Hari ini kami mengajak anak-anak berkebutuhan khusus untuk ikut jalan sehat bersama, sekaligus menampilkan pentas seni dari tiap yayasan. Kegiatan ini tidak hanya sebatas seremonial, tapi juga menjadi ruang ekspresi dan apresiasi bagi mereka,” ujar William.
Ia menjelaskan, kegiatan inklusi ini telah dimulai sejak April dengan lomba menggambar yang hasil karyanya dicetak dalam berbagai merchandise seperti baju, buku, tumbler, dan topi.
Pada Mei, JCI Solo juga menggelar seminar parenting untuk membantu orang tua lebih dini mengenali tanda-tanda autisme.
“Harapannya, Solo bisa menjadi kota yang benar-benar inklusif, di mana anak-anak berkebutuhan khusus tidak lagi dipinggirkan. Setelah kegiatan ini, kami akan lanjutkan dengan nonton bareng film Tegar yang mengangkat tema pendidikan anak autis,” kata William.
Walk For Autism 2025 di Solo turut dihadiri National Presiden JCI Indonesia Budiman Kusmanto. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari kampanye tahunan JCI Indonesia dalam membangun kesadaran terhadap autisme dan disabilitas secara umum.
“Tahun lalu kegiatan serupa digelar di Jakarta, Surabaya, dan Bali. Tahun ini Solo menjadi kota tempat penyelenggaraan karena dukungan masyarakat dan respons positif dari Pura Mangkunegaran dan JCI Solo,” ujar Budiman. Ia juga menyebut bahwa program Walk For Autism telah meraih penghargaan sebagai Best Community Project tingkat Asia Pasifik.
Budiman menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya berhenti di hari ini, tapi menjadi pemicu hadirnya kebijakan dan fasilitas yang inklusif di berbagai daerah, termasuk di Solo.”
Sementara itu, Pemangku Adat Pura Mangkunegaran, Mangkunegara X atau Gusti Bhre, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyampaikan apresiasinya. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Ini masih awal dan sangat sederhana. Tapi dari hal kecil ini kita bisa mulai menumbuhkan semangat kebersamaan dan saling mendukung satu sama lain. Semoga ke depan dampaknya bisa lebih besar dan lebih luas,” tutur Mangkunegara X.
JCI Solo bersama Pura Mangkunegaran berkomitmen menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan demi mewujudkan Solo sebagai kota inklusi yang ramah bagi semua lapisan masyarakat, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus.








