SOLO, MettaNEWS – Junior Chamber International (JCI) Solo menegaskan komitmennya untuk melahirkan pemimpin-pemimpin muda baru di Kota Solo. Local President JCI Solo, Pulung Prio Utomo, menyebut bahwa fokus utama kepengurusannya tahun ini adalah memberi ruang dan panggung bagi potensi anak muda yang selama ini belum tersalurkan secara maksimal.
“JCI itu masa kepengurusannya hanya setahun, jadi fokus kami adalah bagaimana dalam waktu singkat ini bisa menumbuhkan pemimpin-pemimpin baru di Solo. Banyak anak muda sebenarnya punya bakat dan kemampuan, tapi tidak punya panggung. JCI hadir untuk membuka jalan itu,” papar Pulung usai pelantikan sebagai Local President JCI Solo 2026, Jumat (9/1/2026).
Dalam menjalankan misinya, JCI Solo mengusung empat pilar utama, yakni Individual, Business, International, dan Social. Pada pilar Individual, JCI Solo menitikberatkan pada peningkatan kompetensi anggota melalui pengembangan hard skill dan soft skill. Sementara pilar Business difokuskan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan bisnis para member agar lebih siap menghadapi tantangan ekonomi.
Tak kalah menarik, pada pilar International, JCI Solo membuka kerja sama lintas negara. Tahun ini, kolaborasi dijalin dengan Kuala Lumpur dan Filipina untuk menangkap peluang ekonomi global. Bahkan, sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Korea, dan Jepang telah menyatakan minat bekerja sama dengan JCI Indonesia.
Salah satu program unggulan yang tengah disiapkan adalah pendirian Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Kota Solo bekerja sama dengan anggota JCI Jepang. Melalui program ini, peserta pelatihan akan memiliki kesempatan untuk bekerja di Jepang, dengan biaya pelatihan yang disubsidi oleh perusahaan-perusahaan Jepang yang tergabung dalam JCI.
“LPK ini kami rancang agar terjangkau, bahkan bisa menjadi salah satu LPK termurah. Tujuannya jelas, membuka peluang kerja ke Jepang dan sekaligus mendukung program Pemerintah Kota Surakarta dalam pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan,” jelas Pulung.
Di pilar Social, JCI Solo memberikan perhatian khusus kepada anak-anak autis dan anak berkebutuhan khusus. Mereka akan difasilitasi ruang untuk berekspresi melalui sebuah acara besar di pertengahan tahun, yang juga akan diisi dengan lelang karya anak-anak. Hasil lelang tersebut sepenuhnya akan dikembalikan untuk mendukung anak-anak tersebut.
Tak hanya itu, JCI Solo juga akan menggelar Debate and Public Speaking Championship bagi anak muda Kota Solo. Kompetisi ini membuka jalan bagi talenta terbaik untuk melaju ke tingkat nasional hingga internasional. Peserta yang lolos tingkat nasional bahkan berkesempatan mewakili Indonesia di ajang Asia Pasifik, dengan rencana kontestasi internasional pada 2027 di Tunisia. Seluruh biaya bagi pemenang akan ditanggung oleh JCI Solo.
Saat ini, JCI Solo memiliki 31 pengurus aktif dengan jumlah anggota lebih dari 100 orang. Organisasi ini terbuka bagi masyarakat yang ingin bergabung. Pendaftaran dapat dilakukan melalui media sosial Instagram JCI Solo, dengan proses yang mudah melalui kontak WhatsApp atau Google Form.
“JCI adalah organisasi kepemudaan non-profit dan non-politik. Usia maksimal pengurus adalah 40 tahun, sementara untuk menjadi member tidak ada batasan usia. Kami ingin semakin banyak anak muda Solo yang tumbuh, berani tampil, dan siap bersaing di level global,” pungkas Pulung.
Dengan rangkaian program ambisius dan kolaborasi internasional, JCI Solo optimistis dapat menjadi motor penggerak lahirnya generasi pemimpin muda yang berdaya saing, berjiwa sosial, dan berwawasan global.







