SOLO, MettaNEWS – Junior Chamber International (JCI) Solo mengadakan Leadership Sharing Session dan Member Orientation sebagai bagian dari agenda rutin bagi anggota baru. Acara yang berlangsung di Baron House Resto, Rabu (26/2/2025) ini menghadirkan Sumartono Hadinoto, Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) dan Plh Ketua PMI Surakarta, sebagai pembicara utama.
Dalam sesi sharing ini, Sumartono menekankan pentingnya kepemimpinan yang berbasis komitmen, keikhlasan, serta semangat berbagi dan melayani.
“Setiap orang terutama di JCI ini sebenarnya sudah memiliki kemampuan kepemimpinan dalam bidangnya masing-masing. Yang penting adalah bagaimana kita mau berbagi dan melayani dengan komitmen yang tulus. Berbagi itu bukan hanya soal materi, tetapi juga bisa dalam bentuk tenaga, pengalaman, atau ilmu yang kita miliki,” ujar Sumartono.
Ia juga menyoroti tantangan dalam berbagi dan melayani dalam sebuah organisasi, seperti keterbatasan waktu dan komitmen karena kesibukan pribadi dan keluarga.
Namun, menurutnya, jika para entrepreneur muda seperti JCI yang sangat sibuk ini bisa meluangkan waktu untuk berbagi, maka dampaknya akan luar biasa bagi lingkungan sekitar.
Sumartono menambahkan bahwa berbakti kepada masyarakat bisa dimulai sejak muda dan terus berlanjut hingga usia lanjut.
“Saat masih muda, kita bisa berbagi tenaga dan waktu. Ketika sudah lebih senior, kita berbagi pengalaman wawasan dan materi. Kuncinya adalah melakukannya dengan niat baik dan komitmen yang kuat,” ungkapnya.
Sesi sharing ini hadir Ana Agustine sebagai NVP JCI Indonesia & JCI Certified Trainer, senator JCI Solo, Lilik Setyawan serta anggota JCI Solo.
Sharing berlangsung hangat dan gayeng dipandu oleh Laurensia Liona, generasi keenam Toko Roti Ganep Solo.
Local President JCI Solo 2025, William Sandika, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk mengenalkan anggota baru dengan nilai-nilai yang dipegang oleh JCI.
“Kami ingin menginspirasi anggota baru agar lebih aktif berorganisasi. Karena itu, kami menghadirkan sosok seperti Pak Sumartono, yang telah memiliki banyak pengalaman dalam kepemimpinan dan organisasi di Solo,” jelas William.
William mengungkapkan, JCI Solo saat ini memiliki hampir 90 anggota, dengan sekitar delapan anggota baru yang bergabung dalam sesi orientasi kali ini. Ia berharap para anggota baru dapat belajar dari para senior dan menjadikan JCI sebagai wadah untuk bertumbuh, berjejaring, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
JCI merupakan organisasi kepemudaan yang telah berkiprah di tingkat internasional, dengan fokus pada pengembangan kepemimpinan, kewirausahaan, dan pengabdian masyarakat.
“Melalui acara ini, diharapkan semakin banyak anak muda yang tergerak untuk berorganisasi dan berkontribusi bagi masyarakat. JCI Solo ingin menjadi wadah yang tidak hanya membentuk pemimpin, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang nyata,” pungkas William.







