SEMARANG, MettaNEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memacu pemerataan layanan kesehatan melalui dua program unggulan yakni Dokter Spesialis Keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga Juni 2025, program ini telah menjangkau 152 desa di 32 kabupaten/kota, dengan total penerima manfaat mencapai 3,8 juta jiwa.
Program Speling yang diinisiasi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyasar desa-desa miskin dengan menghadirkan layanan kesehatan lengkap mulai dari skrining hingga pemeriksaan oleh dokter spesialis dan layanan rujukan—semuanya tanpa dipungut biaya. Sementara CKG merupakan layanan skrining kesehatan umum yang merupakan bagian dari program pemerintah pusat.
“CKG Jateng telah menjangkau 3,8 juta jiwa—ini terbesar di Indonesia. Sementara Speling, dari target awal 70 desa dalam 105 hari, kini telah mencapai 152 desa dari total target 1.278 desa dalam periode Maret 2025 sampai Maret 2026,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Suminar, Senin (23/6/2025).
Yunita optimistis target tersebut akan tercapai berkat kolaborasi dengan 361 rumah sakit pemerintah dan swasta di seluruh Jawa Tengah. Desa yang disasar mayoritas tergolong miskin, dan antusiasme masyarakat disebut sangat tinggi.
Ia mencontohkan, penyakit yang ditemukan pun bervariasi tergantung kondisi wilayah. “Di daerah terdampak rob banyak ditemukan penyakit kulit seperti gatal-gatal. Tapi di wilayah dengan gaya hidup kurang sehat, lebih banyak ditemukan hipertensi, diabetes, hingga kolesterol tinggi,” jelasnya.
Jadwal pelaksanaan Speling pun disampaikan terbuka ke publik, termasuk melalui akun resmi Instagram @dinkesjateng_prov. Dalam satu hari, bisa ada lima hingga dua belas titik lokasi kegiatan.
Adapun untuk Selasa, 24 Juni 2025, layanan Speling akan hadir di:
Desa Kepuk, Bangsri (Jepara)
Desa Kedungboto, Limbangan (Kendal)
Desa Sidanegara, Kaligondang (Purbalingga)
Desa Kepuhsari dan Desa Gambirmanis, Wonogiri
Desa Kemusu (Boyolali)
Desa Sidorejo (Rembang)
Desa Jembangan (Banjarnegara)
Desa Cikura (Tegal)
Kelurahan Panjang Wetan (Pekalongan)Sedangkan pada Rabu, 25 Juni 2025, layanan akan menyasar:
Desa Cikura (Blora)
Desa Wirogomo (Semarang)
Desa Bajong dan Baleraksa (Purbalingga)
Kelurahan Bendan Kergon (Pekalongan)
Desa Donorojo (Demak)
Desa Cendana dan Miri (Banjarnegara)
Kelurahan Rejowinangun Selatan (Magelang)
Menariknya, manfaat dari program Speling ini tidak hanya dirasakan oleh warga desa, namun juga dokter Puskesmas yang turut mendapatkan transfer ilmu langsung dari para dokter spesialis, misalnya dalam hal membaca hasil USG secara akurat.
“Program ini adalah bentuk kolaborasi nyata yang disengkuyung oleh seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah,” ujar Yunita.
Dengan cakupan yang terus meluas dan dukungan penuh dari semua pihak, Speling dan CKG menjadi tonggak penting pemerataan layanan kesehatan di provinsi ini.








