SOLO, MettaNEWS – Kegiatan budaya Grebeg Sudiro kembali digelar usai sempat vakum selama 2 tahun selama pandemi. Kegiatan tahunan yang diadakan Kelurahan Sudiroprajan Kota Solo bersama Klenteng Tien Kok Sie dan Pasar Gede ini akan digelar tanggal 10 hingga 30 Januari 2023.
Ketua Grebeg Sudiro Tahun 2023, Arga Dwi Setyawan mengatakan ada 6 kegiatan utama yang akan digelar saat Grebeg Sudiro 2023. Yakni Umbul Mantram atau kirab gunungan dan doa keselamatan pada 12 Januari.
“Kita tampilkan Umbul Mantram akulturasi Jawa, arak-arakan gunungan akan dilakukan dari Kelurahan Sudiroprajan mengelilingi Kampung Sudiroprajan, secara adat Jawa nanti akan dibantu Padepokan
Keris Brojo, nanti kita akan ada doa dari situs budaya di Bok Teko dekat Kali Pepe,” terangnya Arga ketika jumpa pers, Selasa (3/1/2023).
Selain itu ada acara utama seperti Karnaval Budaya Grebeg Sudiro pada 15 Januari, panggung seni potensi selama 19 hari, bazar potensi UMKM dan Paguyuban PKL lampion Pasar Gede, Wisata Perahu pada 10 hingga 30 Januari dan pentas seni harmoni Sudiro dan pesta kembang api pada 21 Januari.
“Untuk karnaval budayanya kita akan menggabungkan etnis Jawa dan Tionghoa dan juga ada tampilan budaya dari yang lain Riau, Kalimantan Barat, Papua, kesenian lain daerah Semarang, Salatiga, Magelang untuk pesertanya kemungkinan 1.500 orang,” jelasnya.
Saat karnaval budaya pada 15 Januari nanti ada pembagian 4 ribu kue keranjang gratis bagi masyarakat yang hadir.
“Jodangan hampir 1,5 meter akan diusung digotong 20 orang karena agak berat dan gede ditambah kue keranjang di samping-samping akan membutuhkan tenaga,” jelas Arga.
Ada dua lokasi saat Karnaval Grebeg Sudiro yakni Gedung Djoeang dan Stadion Manahan.
“Kue keranjang yang dibagikan 4000 kue keranjang akan dibagi ditempelkan di dua jodangan pertama Gedung Djoeang dan jodang Stadion Manahan, sisanya akan kita sebarkan dari sebagian sebelah utara tugu jam nanti ada yang naik ke atas,” bebernya.
Mengusung tema Merajut Harmoni Dalam Kebhinekaan, Grebeg Sudiro tahun ini membawa harapan keberagaman budaya etnis Tionghoa dan Jawa yang tetap lestari.
“Grebeg Sudiro tahun ini mengusung tema merajut harmoni dalam kebhinekaan dengan harapan itu dengan tahun sebelumnya kita mengedepankan keberagamaan antara etnis Tionghoa dengan etnis Jawa yang di tahun ini kita angkat lagi setelah 2 tahun pandemi jadi harapannya di tahun ini bisa lebih meriah dan bisa berkualitas bukan hanya kuantitas,” pungkasnya.







