Gibran Minta Pengunjung Masjid Zayed Tidak Disebrangkan Lewat Rel: Riskan

oleh
Pengunjung Masjid
Pengunjung Masjid Raya Sheikh Zayed Solo nekat sebrangi rel kereta api di barat Viaduk Gilingan Banjarsari Solo, Minggu (30/4/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka melarang pengunjung Masjid Raya Shekih Zayed melewati rel kereta api di barat Viaduk Gilingan Solo.

Hal ini menyusul masih adanya pengunjung yang melewati jalur proyek tersebut. Bahkan sejak mobil dinasnya berada di barat Viaduk Gilingan sejak Rabu (26/4/2023) lalu.

“Iya karena memang pengunjungnya membludak saya mohon maaf. Tapi saya yakin nanti kalau viaduknya jadi satu bulan lagi pasti lancar semua,” ujar Gibran, Sabtu (29/4/2023).

“Yang penting kalau dari saya itu pengunjung jangan disebrangkan lewat rel itu riskan sekali lo, atau mendekat ke alat-alat berat itu bahaya ya,” sambung dia.

Gibran pun mengaku enggan mengambil mobil dinasnya tersebut lantaran masalah seperti parkir liar maupun pengunjung yang nekat menyebrangi rel belum selesai.

“Ya la pie, belum (masalahe belum selesai) soale wingi tak parani meneh ono meneh (soalnya kemarin saya datangi masih ada lagi-red),” ujarnya.

Bahkan Gibran juga menemui parkir liar kembali merambah ke perkampungan. Ia pun merasa kasihan dengan warga lantaran tak ada akses untuk beraktivitas.

“Ya banyak (parkir dan pengunjung) di dalam dalam kampung menutup pagar warga ketutupan  mobil motor kasihan ya,” kata dia.

Gibran segera akan menyelesaikan masalah parkir di barat Viaduk Gilingan atau tepatnya dekat lampu merah Pasar Ngudi Rejeki Gilingan. Ia menegaskan bahwa warga harus mentaati aturan perparikan di Kota Solo. Termasuk larangan memberikan tarif parkir nuthuk atau ugal-ugalan.

“Bangjo itu juga nanti nanti tak selesaikan satu per satu ya. Saya tahu kok warga juga inisiatif untuk menjadi juru parkir dan lain lain. Tapi kan harus ada aturannya ada karcis segala macam biar warga yo nyaman, ya mesakne niate pengin ibadah malah dikepruk,” tukasnya.