Bakda Kupat Telah Berlalu, Selongsong Ketupat di Pasar Legi Tetap Laris Manis

oleh
Ketupat
Sulimin (40) warga Salatiga menjual selongsong ketupat di Pasar Legi Solo, Minggu (30/4/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Tradisi Lebaran Ketupat banyak dimanfaatkan pedagang dari luar daerah untuk menjual selongsong ketupat di Pasar Legi Kota Solo, Jawa Tengah.

Salah satunya Sulimin (40) warga Salatiga yang sejak sepekan terakhir bolak balik dari kampung halaman untuk menjajakan selongsong ketupat di pelataran toko Pasar Legi.

Rupanya tahun ini bukan kali pertama bagi Sulimin berjualan selongsong ketupat di pasar induk Solo tersebut. Kepada MettaNEWS, Sulimin mengaku telah berjualan sejak tahun 2019 lalu.

“Sudah empat tahun jualan setiap bakdan ketupat. Mulai pagi sampai sore ya dari dulu jualannya di Pasar Legi,” ujar Sulimin di sela-sela melayani pembeli.

Sulimin menjual selongsong ketupat per ikat. Satu ikat selongsong ketupat ia jual seharga Rp 10.000 isi 10 biji. Namun ia juga melayani pembelian eceran per biji selongsong ketupat.

“Sehari kira-kira ya 300 biji ketupat lah selalu segitu lakunya. Rp 300.000 bisa saya kantongi ya ini lumayan ramai tapi ya masih ramai tahun kemarin,” ujarnya.

Menurut Sulimin penjualan selongsong ketupat tahun ini tak seramai tahun lalu. Sebab di tahun ini banyak pedagang baru yang ikut menjajakan selongsong ketupat. Kendati demikian Sulimin optimis ia bisa bersaing dengan pedagang yang lain.

“Ukurannya kecil sama besar harganya sama tapi kan orang ada yang minta yang besar ada yang minta kecil. Ini juga saya kasih yang dua warna ketupatnya warna hijau sama kuning biar bagus orang suka,” terang Sulimin.

Ketupat Isi Ikut Laku

Selain Sulimin, Wanti (37) warga Boyolali juga masih menjajakan selongsong ketupat meski Lebaran Ketupat sudah berlangsung. Selain selongsong ketupat ia juga menjual ketupat isi.

“Jual yang selongsong harganya Rp 13.000 dapat 10. Sama jual yang sudah masak tinggal motong sudah ada isinya. Harga Rp 15.000 isi 10 kecil-kecil. Kalau yang ini (selongsong) besar bisa diisi sendiri,” kata Wanti.

Wanti akan berjualan sampai hari ini saja. Sebab hari selanjutnya selongsong ketupat tak lagi diminati masyarakat.

“Sampai hari ini saja terakhir besok sudah nggak laku. Biasanya orang beli bijian, satu ikat dua ikat. Lakunya setelah Lebaran kalau enggak ya nggak laku,” terang Wanti.