Gibran Larang Tukang Parkir dan Penjual Makanan Ngepruk Harga saat Lebaran

oleh
Parkir
Pengunjung Night Market Ngarsapura menunjukkan karcis parkir yang dimanipulasi dari yang seharusnya Rp 2.000 diubah menjadi Rp 3.000 | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka melarang adanya kenaikan tarif parkir saat Lebaran.

Hal ini menyusul ramainya pemberitaan mengenai Pemerintah Kota Yogyakarta yang mengizinkan adanya kenaikan tarif parkir swasta sebanyak 5 kali lipat.

“Yo aja (naik) tarif parkir, tukang parkire harus menehi (kasih-red) karcis parkir,” kata Gibran, Kamis (20/4/2023).

Gibran mewajibkan agar tukang parkir memberikan karcis agar tarif sesuai dengan yang tertera.

Gibran meminta masyarakat lebih berhati-hati saat memilih lokasi parkir. Menurutnya parkir yang biasanya dikelola warga tarif yang diberikan kerap ugal-ugalan. Salah satunya di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.

“Temuan Masjid Zayed sampai Rp 10

ribu, itu mesti di luar area mesti sing ra cetho (jelas-red) hati-hati ya. Nanti kami imbau juga warga sekitar soale jadi salah satu jujugan juga hati-hati,” kata dia.

Selain tarif parkir Gibran juga mengimbau agar para pedagang kuliner tidak menaikkan harga terlampau tinggi saat Lebaran.

“Sega liwet pecel lele nak isa podo wae kalau harga makanan mundak ya mundak sitik wae,” ujar Gibran.

Gibran mengatakan bisa saja pedagang menaikkan harga makanan namun harus tetap wajar. Ia juga meminta jika ada kenaikan harga, pemilik wajib menyampaikan perubuhan harga lebih awal ke pembeli.

“Tapi kalau bisa disampaikan di depan bapak ibu ini harganya pas Lebaran lagi naik harganya segini tapi kalau sampai 5x lipat ya aja mesakne,” kata Gibran.

Ia juga melarang adanya kenaikan hingga 5 kali lipat dari harga normal. Ia kemudian mempersilakan masyarakat melapor jika ada warung yang ngepruk harga.

“Lebih baik ada daftar harganya. Lapor aja mengko tak parani warunge jangan sampai dikepruk,” tandasnya.