SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mencari kontak nomor telepon mantan karyawan Univeristas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI) Deni Lugina.
Melalui akun Twitter nya, Deni Lugina menghina Presiden Joko Widodo. Akibat dari tindakan tersebut, pihak Kampus UNIBI memberikan tindakan tegas dengan memberhentikan Deni Lugina.
Atas kasus ini Gibran mengaku kasihan pada Deni Lugina yang kehilangan pekerjaaan usai menghina Jokowi.
Gibran mencari nomor telepon netizen penghina bapaknya itu melalui akun twitternya @Gibran_tweet. “Kalo ada yg tahu no hpnya dm saya,” cuit Gibran.
Wawancara di Balai Kota Solo, Kamis (19/1/2023) Gibran mengaku mencari nomor telepon Deni untuk menanyakan apakah mencari pekerjaan lain usai tidak lagi di UNIBI. Gibran mengatakan ingin membantu orang yang telah menghina bapaknya itu.
“Belum dapat nomor HP nya. Kalau ada yang punya coba. Ya kalau mungkin dia pengin cari pekerjaan lain kan kita bisa coba bantu, mesake,” ungkap Gibran.
Gibran juga merasa kasihan, karena mantan karyawan tersebut tentu mempunyai anak istri yang harus dihidupi.
“Ya mau kerja di mana nanti kita coba carikan. Mesake nek duwe anak bojo. Mau kerja di Solo atau di mana kita coba bantu carikan,” kata Gibran.
Menjawab pertanyaan wartawan apakah Gibran sudah mencoba untuk mengirim pesan lewat direct message (DM), Gibran menyebut Deni sudah menutup akunnya.
“Orangnya sudah menutup akunnya kok, lha pie. Intinya saya tidak punya niatan apa-apa lho ya. Itu kan keputusannya kampus terkait, bukan saya, mosok aku nyuruh orang untuk dipecat. Dan tidak baik juga nutup rejekinya orang,” tandasnya.
Gibran Maafkan Deni Lugina
Putra sulung Presiden Jokowi tersebut mengaku belum menerima pesan dari Deni Lugina. Ataupun dari netizen yang mungkin mempunyai nomor telepon Deni.
“Yo aku nunggu. Mosok aku nggolek-golek nomor HP ne wong liya. Aku santai kok,” ujarnya.
Gibran mengatakan ia telah memaafkan Deni. Serta netizen yang menghina keluarganya di media sosial.
“Ya santai wae to. Semua saya maafkan. Banyak tha, sudah biasa. Santai saja,” ungkap Gibran.








