Ganjar Bahas Penyelesaian Kekerasan Seksual hingga Lapangan Kerja Bareng Milenial Klaten

oleh
oleh
Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo bertemu milenial generasi muda di Klaten membahas dari kasus pelecehan seksual hingga lapangan pekerjaan | dok TPD Ganjar - Mahfud

KLATEN, MettaNEWS – Calon Presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo tak pernah melewatkan bertemu dengan kalangan milenial ketika bersafari ke sejumlah daerah di Indonesia. Capres yang berpasangan dengan Mahfud MD ini menyerap aspirasi sekaligus memberikan pendidikan politik kepada generasi muda.

Ganjar selalu mendapat sambutan hangat dan antusias ketika bertemu dengan anak-anak muda. Seperti pertemuan yang berlangsung di Kopi Story Klaten, Rabu (27/12/2023).

Suasana pertemuan Ganjar dengan anak-anak muda berlangsung hangat. Ada banyak hal yang jadi bahan perbincangan. Seperti soal lapangan kerja, kekerasan seksual, energi baru terbarukan, pendidikan, politik, hingga dunia perfilman.

Salah satu anak muda, Nabila, menanyakan solusi untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual. Baik dari sisi korban maupun pelaku.

“Bagaimana sih, Pak, cara mengajak anak muda milenial itu melek terhadap isu kekerasan seksual. Karena banyak anak-anak kecil yang bahasanya tabu mengetahui hal-hal itu (seks),” kata Nabila.

Menurut Ganjar, generasi muda memang harus dijaga dari hal-hal yang negatif agar tumbuh menjadi generasi emas.

“Untuk solusinya adalah memberikan pendidikan dengan literasi yang cukup. Kami juga pernah buat program Jo Kawin Bocah atau jangan menikah dini. Kemudian ajaklah diskusi, dan terutama peran orangtua,” tutur Ganjar.

Lebih dari itu, lanjut Ganjar, generasi muda harus terus mendapat perhatian dari pemerintah. Seperti kemudahan akses pendidikan dan lapangan pekerjaan.

“Saya kira ide Ganjar-Mahfud soal lapangan kerja sangat bagus. Investasi kita permudah dan mendapat kepastian hukum,” paparnya.

Selanjutnya, menghubungkan dunia industri dengan pendidikan sangat penting. Sehingga perusahaan menyambut pekerja baru yang siap sesuai dengan yang industri butuhkan.

“Kami sudah mulai dengan SMKN Jateng yang kerja sama dengan perusahaan-perusaan besar. Dan ini kami membuat program satu keluarga miskin satu sarjana,” pungkasnya.