SOLO, MettaNEWS – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Muhammad Yogi Saputro, mahasiswa program studi Magister Pendidikan Agama Islam, berhasil meraih penghargaan sebagai peserta terbaik III dalam Workshop Nasional Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APPPTMA) Tahun 2026.
Workshop nasional ini diikuti 67 peserta dari 28 perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, yang berlangsung pada 13-14 Februari 2026 di Aula Gedung Soedirman, Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Yogi menulis artikel ilmiah berjudul “Digital Transformation in Islamic Religious Education” yang ditargetkan untuk publikasi di jurnal internasional bereputasi Digital Education for All. Artikel ini mengintegrasikan konsep transformasi digital dengan nilai, pedagogis, dan tantangan etika dalam pendidikan agama Islam di era AI secara sistematis dan kontekstual.
“Transformasi digital berbasis AI adalah isu strategis dalam pendidikan tinggi, termasuk pendidikan agama Islam. Integrasi AI secara etis dan pedagogis dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, riset, serta daya saing global,” ungkap Yogi.

Dalam artikelnya, Yogi menekankan risiko penggunaan AI yang dapat menyeragamkan pemahaman agama. Menurutnya, AI hanya dapat memberikan gambaran awal, sementara pendalaman tetap membutuhkan bimbingan ulama dan kajian ilmiah.
“AI bukan ancaman bagi pendidikan Islam. Yang berbahaya bukan teknologinya, tetapi penggunaan tanpa ilmu, etika, dan kesadaran nilai,” jelasnya.
Dalam proses penyusunan artikel ilmiah, Yogi mendapat dukungan dari Prof Dr. Waston, M.Hum. dan institusi UMS yang menyediakan ruang diskusi akademik.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi para pendidik untuk meningkatkan kualitas riset dan publikasi, sekaligus memperkuat reputasi akademik di kancah global. Yogi menekankan bahwa pendidik agama perlu hadir dalam ruang AI agar nilai-nilai Islam ikut mewarnai pemanfaatan teknologi, menjadikan AI sebagai penguat, bukan pengganti guru.
“Kehadiran pendidik agama di era AI penting agar teknologi dimanfaatkan secara etis dan sesuai nilai-nilai Islam,” pungkasnya.








