Festival Pers 2024 Tampilkan Sejarah Pemilu Indonesia dari Masa ke Masa

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Dirjen IKP Kominfo Usman Kamsong membuka Festival Pers 2024 yang digelar oleh Monumen Pers, Kamis (1/2/2024).

Festival Pers 2024 akan berlangsung  dari tanggal 1 hingga 29 Februari. Usman Kamsong menyampaikan pameran foto ini merekam sejarah besar bangsa Indonesia tentang Pemilu. Dari pemilu 1955 sampai pemilu 2019.

“Monumen Pers mempunyai koleksi yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia. Sejarah Pemilu di Indonesia juga tersimpan di koleksi Monumen Pers,” tuturnya.

Usman Kamsong mengatakan foto dan kliping berita yang menggambarkan pesta demokrasi pada zaman dahulu menjadi sarana edukasi politik bagi masyarakat. Dia berharap kualitas demokrasi di Tanah Air semakin meningkat. Pada proses pemilu kali pertama di Indonesia pada 1955, kata dia, pemilu diikuti lebih dari 100 partai politik namun berjalan kondusif dan disambut riang gembira.

“Saat coblosan, rakyat memakai baju baru seperti saat momentum Lebaran. Mereka menyambut pemilu dengan gembira. Tidak ada gontok-gontokan dan macam-macam lainnya,” ujar dia.

Menurut Usman, proses demokrasi bisa menyantukan berbagai perbedaaan di masyarakat. Dia berharap Pemilu 2024 berjalan lancar. Seperti pemilu 1955 dan pemilu 1999, dia berharap kali ini rakyat bisa menggunakan hak pilih dengan mendatangi lokasi tempat pemungutan suara (TPS) dengan kegembiraan.

Talkshow Festival Pers 2024

Kepala Monumen Pers Nasional, Widodo Hastjaryo, mengatakan pameran foto dan kliping berita dalam Festival Pers 2024 menggambarkan peran pers dalam mengawal proses demokrasi di Tanah Air. Pameran ini juga sebagai wujud apresiasi bagi para insan pers yang berjuang menghimpun informasi soal pemilu.

“Ada 60 foto dan kliping berita yang memuat proses pemilu kali pertama pada 1955 sampai 2009. Masyarakat bisa mengetahui bentuk fisik logistik pemilu seperti kertas surat suara, kotak suara dan lain sebagainya pada zaman dahulu,” kata Widodo Hastjaryo.

Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, pada kesempatan itu menyampaikan pameran foto dan kliping berita dalam Festival Pers 2024 merepresentasikan pemilu di tiga fase yakni orde lama, orde baru, dan era reformasi. Teguh berharap pers memegah teguh sikap independen, berimbang, dan netral dalam mengawal pemilu.

Acara pembukaan Festival Pers 2024 diisi dengan talkshow Hari Pers Nasional 2024 dengan tema “Peran Pers Mengawal Pemilu yang Jurdil.”

Talkshow menghadirkan pengamat media yang juga dosen FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS), Sri Hastjarjo; Kepala Monumen Pers, Widodo Hastjaryo, dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta, Anas Syahirul.