SOLO, MettaNEWS – Pengurus baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025–2030 dijadwalkan dilantik di Monumen Pers Nasional di Solo tempat kelahiran PWI pada 9 Februari 1946.
Ketua Umum PWI terpilih, Akhmad Munir, mengatakan keputusan ini diambil sebagai penghormatan terhadap sejarah pers Indonesia.
“Pelantikan insyaallah berlangsung di Surakarta. Ini sesuai usulan Bu Menteri Komdigi, Meutya Hafid, yang sebelumnya berkunjung ke Sekretariat PWI Surakarta,” jelas Munir.
Munir, yang juga Direktur Utama LKBN Antara, terpilih dalam Kongres Persatuan PWI di Cikarang, 29–30 Agustus 2025. Kongres ini bersejarah karena berhasil menyatukan dua kubu PWI yang sempat terpecah sejak 2023.
Menkomdigi Meutya Hafid menekankan pentingnya semangat persatuan.
“Pelantikan di Solo bukan hanya acara seremonial, tapi mengingatkan kembali semangat para pendiri PWI. Pers harus kembali fokus mengawal jurnalisme profesional dan berkualitas,” tegasnya.
Ia juga meminta agar pengurus baru merangkul semua pihak, termasuk Hendry Ch. Bangun, mantan Ketua Umum PWI.
“Agar benar-benar tercipta rekonsiliasi,” ujarnya.
Hal itu diamini Munir.
Ia memastikan kepengurusan baru akan mengakomodasi semua unsur.
“Nama Pak Hendry sudah masuk dalam formasi pengurus baru,” katanya.
Ketua PWI Surakarta, Anas Syahirul, menilai pelantikan di Solo akan menghadirkan nilai simbolis yang kuat.
“Di kota inilah para wartawan dari penjuru Nusantara dulu berkumpul di tengah perjuangan kemerdekaan. Kini, setelah sempat terpecah, PWI kembali bersatu di tempat kelahirannya,” tutur Anas.
Pelantikan di Solo diharapkan menjadi momentum bagi PWI untuk meneguhkan kembali jati diri sebagai organisasi profesi yang mengedepankan persatuan, perjuangan, dan pengabdian bagi bangsa.








