JAKARTA, MettaNEWS – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menetapkan aturan baru dalam penyelenggaraan Anugerah Jurnalistik PWI (AJP) 2025 setelah menggelar rapat panitia di Kantor PWI Pusat, Jakarta, Senin (8/12/2025). Tahun ini, AJP hadir dengan sejumlah pembaruan, termasuk diperluasnya durasi karya yang dapat dilombakan serta dibukanya kategori khusus untuk karya jurnalistik di media sosial.
Ketua Panitia AJP 2025, Eddy Iriawan, mengatakan bahwa perubahan tersebut merupakan respons atas pergeseran besar perilaku konsumsi informasi masyarakat. Media sosial kini memainkan peran sentral dalam ekosistem jurnalistik modern.
“Landscape media mengalami pergeseran sangat besar dari mainstream ke media sosial. Karena itu, penekanan pada karya berbasis media sosial harus diperluas. AJP tidak boleh ketinggalan dari perkembangan ini,” tutur Eddy.
Tahun ini AJP menetapkan lima kategori lomba, yakni televisi, media cetak, media daring, fotografi, dan media sosial. Peserta dapat mengirimkan karya melalui Sekretariat PWI Pusat atau via email sesuai kategori.
Pada rapat yang sama, anggota panitia bidang penjurian, Aiman Witjaksono, mengusulkan agar durasi karya yang dilombakan mencakup seluruh tahun 2025, yakni mulai 1 Januari hingga 31 Desember 2025. Usulan tersebut diterima sebagai ketentuan resmi.
“Dengan durasi karya hingga 31 Desember, AJP akan benar-benar mencerminkan kerja jurnalistik sepanjang tahun 2025,” jelas Aiman.
Syarat peserta masih tetap, yaitu wartawan aktif dari berbagai platform media nasional maupun daerah. Karya yang dikirim wajib disertai bukti publikasi, seperti clipping, tautan berita, atau rekaman siaran.
Panitia juga mengumumkan alamat email pengiriman per kategori:
-
[email protected] (televisi)
-
[email protected] (media cetak)
-
[email protected] (media daring)
-
[email protected] (fotografi)
-
[email protected] (media sosial)
Batas pengiriman karya ditetapkan pada 10 Januari 2026, dilanjutkan proses penjurian pada 11–28 Januari 2026. Pemenang akan diumumkan dan menerima hadiah dengan total mencapai ratusan juta rupiah pada malam puncak Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2026 di Serang, Banten.
Eddy Iriawan menegaskan bahwa AJP bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk menjaga mutu jurnalisme sekaligus memberi ruang bagi wartawan untuk menampilkan wajah humanis Polri.
“Lewat Anugerah Jurnalistik PWI Award, PWI bersama Polri ingin membuka ruang bagi wartawan untuk menulis Polri dari wajah pengabdian yang humanis. Namun jurnalisme tetap punya tugas korektif. Di situlah pers menemukan maknanya. Pers sejati adalah suara nurani,” terang Eddy.
AJP merupakan kolaborasi resmi antara PWI Pusat dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam rangka menyambut HPN 2026. Informasi lebih lanjut mengenai lomba dapat diakses melalui akun Instagram resmi @anugerah_jurnalistik.pwi.







