SOLO, MettaNEWS – Desainer lurik asal Solo, Indrias Senthir kembali memamerkan mahakaryanya. Wanita yang kerap disapa Indrias itu kali ini memboyong 12 koleksi yang diperagakan oleh staff Radio Metta Solo FM di Car Free Day (CFD) jalan Slamet Riyadi Solo, Minggu (20/11/2022).
Berbeda dengan karya sebelumnya yang dipamerkan di Paragon Lifestyle Mall, Indrias spesial mengusung tema yang lebih casual etnik di CFD hari ini. Motif ini pun dirasa lebih mudah dipadu padakan dengan jeans maupun kaos.
“Perbedaannya untuk desain-desainnya. Yang saat ini saya buat sesuai dengan lokasi fashion show yakni di outdoor. Lurik itu bisa dipakai di kesempatan apapun dan oleh siapapun. Santai meskipun CFD ini panas tapi tidak gerah ya,” ujar Indrias kepada mettanews.id.
Inovasi produk dijadikannya sebagai langkah untuk terus maju di dunia busana. Sebagai seorang desainer, Indrias akan selalu mengikuti perkembangan zaman dari waktu ke waktu.
“Tadi ada juga yang dipakai dengan modelan hoodie biru bernuansa Korean Style. Di fashion show CFD ini saya juga membawa lurik hasil inovasi saya sendiri, yakni lurik Abang Mbranang,” ujarnya.
Lewat kepiwaiannya, Indrias melahirkan karya lurik yang khas nan nyentrik Abang Mbranang dengan ATBM (alat tenun bukan mesin). Karya tersebut ia buat lebih kekinian ketimbang motif lainnya yang lebih klasik.
Indrias pun secara konsisten berkarya lewat lurik buatannya sejak 2013 silam. Selama 9 tahun lamanya ia bergelut di bidang yang sama dan terus memberdayakan perajin lurik.
“Solo itu tidak hanya batik, lurik juga jadi salah satu kain tradisional yang berasal dari keraton. Lurik kan dulunya hanya di kalangan Keraton Surakarta dan Yogyakarta, sekarang bisa digunakan masyarakat umum, untuk itu Indrias Senthir hadir untuk mengembangkan kain ini,” tutur Indrias.
Ia pun telah banyak dikenal masyarakat luas. Terakhir lurik buah karyanya juga dilirik Wakil Menyeri Perdagangan (Wamendag) RI Jerry Sambuaga.
“Dari kapas menjadi benang sampai bisa jadi lurik ini keren sekali. Prosesnya juga tidak semudah itu. Saya terus belajar karena ini memang susah. Ini menarik bagi saya untuk terus mengembangkan lurik,” ucap Indrias.
Setiap karya yang ia buat selalu penuh cinta. Maka tak heran lurik Indrias Senthir ini bisa tembus hingga pasar internasional. Indrias bercita-cita lurik ini dapat go internasional sama halnya dengan batik yang telah diakui UNESCO sebagai warisan non bendawi milik Indonesia.







