SOLO, MettaNEWS – Napak Budaya Samanhoedi (NBS) ke-10 yang digelar masyarakat Sondakan, Laweyan, Solo bakal membatik di kain mori sepanjang 60 meter.
Kain itu nantinya digelar di ringin Jongke wilayah penyelenggaraan event. Masyarakat dan tamu undangan bakal dibebaskan berkreasi membatik di lain panjang itu.
Ketua Panitia Adinda Nur Kusuma Wardhani menyebut, para peserta bakal merasakan pengalaman berbeda dalam membatik.
“Itu bebas, mereka bisa mengekspresikan bagaimana mereka memegang canting. Mereka juga akan membuat batik kontemporer dengan kuas, di malam hari, ” ungkapnya dalam jumpa pers di Balai Kota Solo, Rabu (12/10).
Terlebih, kain mori itu tidak diberi motif sebelumnya. Sehingga peserta bebas dalam mengekspresikan diri melalui media canting dan malam.
Dikatakan, kegiatan membatik kain 60 meter ini menjadi kali pertama dalam NBS. Sebelumnya, acara membatik hanya digelar di kain berukuran jarik 2 meter. Tak hanya itu, sebelumnya acara membatik hanya dilakukan tamu undangan.
Sementara itu, selain membatik, serangkaian acara lain dilakukan di antaranya Kirab Budaya Samanhoedi
Lewat acara ini, Lurah Sondakan Prastyo Utomo berharap, NSB dapat menggelorakan semangat masyarakat dalam membangkitkan sektor wisata, seni, dan budaya.
“Kami melakukan ini sebagai bentuk kepedulian kami Pemkot Solo terhadap semangat kelurahan sondakan, dilaksanakan sepenuhnya dari ide kreasi warga, kebetulan di Sondakan ini ada beberapa kelompok yang konsen terhadap seni, budaya, wisata, dan beberapa objek wisata,” ucapnya.








