Edushift.id Market Place Pertama di Indonesia Penyedia Lowongan dan Tenaga Kerja 

oleh
oleh
MoU Edushift.id dengan KADIN Surakarta, Selasa (19/7/2022) | Metta NEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS –  Menyikapi adanya kesenjangan antara pendidikan dengan dunia industri serta upaya mengurangi angka pengangguran di Indonesia, Presiden Joko Widodo telah menyampaikan pentingnya peran pendidikan vokasi di Indonesia. 

Untuk menjawab tantangan tersebut secara khusus Presiden Jokowi juga telah mengeluarkan Perpres No.68 Tahun 2002 tentang revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia. 

Meskipun telah keluar Perpres, dampak pandemi mempercepat revitalisasi pendidikan vokasi di Indonesia. 

Hal ini menjadi memantik perhatian semua pihak yang berkecimpung di dunia pendidikan. Ketua Yayasan Pendidikan Widya Nusantara, Astrid Widayani melihat disrupsi teknologi menyebabkan hilangnya sejumlah lapangan pekerjaan. 

“Pengangguran yang meningkat saat ini terjadi karena adanya kesenjangan antara skill para lulusan pendidikan dan kebutuhan spesifikasi Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI),” tutur Astrid ketika ditemui pada Rebranding AKPARTA menjadi Surakarta Tourism Academy dan Launching Edushift.id, Selasa (19/7/2022) di Ndalem Tjokrosoemartan. 

Astrid yang juga seorang edupreneur dan telah mendedikasikan dirinya dalam berbagai program pengembangan pendidikan melihat, dunia industri yang terus berkembang juga harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang berdaya saing.

Untuk menjawab tantangan tersebut, melalui sebuah program terpadu, Edushift (edukasi shifting) hadir untuk menghubungkan kebutuhan industri dan pemenuhan tenaga kerja di Indonesia. 

“Program Edushift didesain untuk menyesuaikan skill dengan pilihan, reskill dan upskill. Edushift akan menjadi marketplace pertama di Indonesia yang menyediakan berbagai macam pelatihan dan sertifikasi yang bertujuan untuk menunjang karir maupun menjawab kebutuhan pasar kerja,” ungkap Astrid. 

Edushift menawarkan kemudahan para pencari kerja lewat job portal, juga berbagai program magang, pelatihan, uji kompetensi bersertifikat dalam satu website yaitu edushift.id. Sebagai langkah awal, Edushift telah menjalin kerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) yang diawali dari KADIN Kota Surakarta. 

“Edushift.id menghadirkan banyak pilihan pelatihan sertifikasi sekaligus informasi lowongan kerja yang sesuai dengan kompetensi bidang yang dimiliki calon tenaga kerja. Edushift.id juga menjadi wadah bagi perusahaan untuk mencari tenaga kerja yang berkualifikasi,“ ujar Astrid.

Edushift.id lanjut Astrid akan menggandeng KADIN akan menciptakan sebanyak-banyaknya tenaga siap pakai dengan kualifikasi internasional.

“Kami berharap nantinya edushift dan KADIN akan mewujudkan inovasi dan teknologi siap pakai khususnya di pelatihan pendidikan, sertifikasi, serta permintaan pasar kerja yang menjadi akselerasi digital. Untuk itu kami dari edushift.id akan membuat training khusus dibawah edushift.id bernama shiftkadin, yakni sistem informasi siap kerja KADIN Indonesia.

Sementara itu, pakar pendidikan vokasi Prof. Wikan Sakarinto menyatakan calon tenaga kerja harus memiliki kompetensi yang cukup ketika akan masuk dunia kerja. Persaingan yang semakin global membuat tingkat persaingan antar calon tenaga kerja semakin tinggi. Disitulah pentingnya pelatihan vokasi sebagai penunjang skill para pencari kerja. 

“Perubahan skill yang dibutuhkan di pasar kerja akibat digitalisasi. Bukan hanya gamer, programmer tetapi digital skill yang sangat bisa diterapkan dan longlasting seperti cakap kreatifitas, sosial influence, cakap penalaran, komunikasi, kecerdasan emosional dan semacamnya,” ungkap Prof. Wikan.

Prof. Wikan menyebut era baru digital secara global akan menghilangkan sekitar 1 hingga 1.5 miliar pekerjaan (jobdesk) yang biasa dikerjakan secara manual oleh tenaga kerja. 

“Ke depan, sebanyak 65% murid sekolah dasar saat ini akan bekerja di pekerjaan yang belum pernah ada saat ini. Dan Indonesia butuh 17 juta tenaga kerja di sektor digital,” tegas Wikan.