SOLO, MettaNEWS – Jembatan Jurug A yang terletak paling utara di Jebres Solo akan kembali difungsikan selama Jembatan Jurug B ditutup. Jembatan lama tersebut sebelumnya ditutup, lantaran kondisi fisik dan usianya yang dinilai berbahaya jika dilintasi kendaraan bermotor.
Chief Manager PT Bukaka selaku kontraktor pengerjaan Jembatan Jurug, Totok Murdono mengatakan Jembatan Jurug A akan diperkuat dengan tambahan beberapa material seperti pelat pelapis untuk menambal sejumlah lubang kerusakan.
“Kita tengok lantainya kayu, atasnya ada aspalnya, jadi sebagian sudah agak lapuk, sebagian lubang besarnya kita tutup pelat,” katanya kepada MettaNEWS, Senin (3/10/2022).
Lebih lanjut, pihak PT Bukaka sudah melakukan peninjauan. Pihaknya juga akan menghitung kembali kekuatan struktur jembatan. Mengingat banyak kerusakan pada struktur jembatan yang termakan usia, pihaknya akan menerapkan aturan untuk sepeda motor tidak boleh terlalu banyak melewati jembatan secara bersamaan.
“Kemarin kita sudah survei lagi untuk kedua kali untuk memastikan persiapan-persiapannya. Strukturnya saat ini sudah lama ya, mungkin kita hitung lagi strukturnya,” paparnya.
Ia menyebut perbaikan Jembatan Jurug A akan dilakukan sesegera mungkin. Nantinya, jika jembatan kembali dibuka, akan dilakukan pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan.
“Paling untuk sepeda motor tidak boleh bertumpuk dan sebagainya, itu ada aturan dari pusat, cuma kan yang lewat sepeda motor saja, nanti ada penjaganya, enggak bisa langsung masuk semua,” jelasnya.
Sebelumnya otoritas Jembatan Jurug tidak ingin membuka Jembatan Jurug A sebab diperkirakan akan terjadi kenaikan volume kendaraan. Terlebih Jembatan Jurug A sudah berusia puluhan tahun dan berstatus Bangunan Diduga Cagar Budaya (BDCB) itu memiliki konstruksi rapuh. Bahkan plat penahan beban di jalan layang terbuat dari material kurang kuat.
Namun dengan berbagai pertimbangan, pihak PT Bukaka akan melakukan perhitungan kembali. Ia menyebut Jembatan Jurug B akan difungsikan kembali sebelum akhir tahun.
“Kita sudah didesak dari kantor untuk segera ada keputusan, jadi kita minta ada perhitungan dan segala macam nanti tinggal action saja di lapangan,” ungkapnya.







