SOLO, Metta NEWS – Petugas pemadam kebakaran mengerahkan 16 unit mobil PMK untuk mengatasi kobaran api yang melahap kios di Pasar Mebel Ngemplak Gilingan, di bagian pasar sebelah utara.
Belum diketahui secara pasti apa penyebab kebakaran di pasar yang khusus menjual permebelan tersebut.
Kepala Seksi Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Surakarta Suratman menjelaskan api berhasil dipadamkan dalam waktu 10 menit. Namun membutuhkan waktu lebih untuk proses pendinginan.
“Kalau proses pemadaman sekitar 10 menit. Yang paling lama proses pendinginan. Pendinginan ini dengan tujuan untuk memastikan api benar-benar padam jangan sampai nanti kita pulang menyala lagi. Ini yang jadi masalah.

Pantauan langsung mettanews.id di lokasi kebakaran, petugas membongkar satu persatu pusing-pusing dan tumpukan seng untuk memastikan sudah tidak ada bara api yang menyala di antara puing-puing tersebut. Suratman menjelaskan proses dari mulai pemadaman hingga pendinginan berlangsung dari pukul 13.30 hingga pukul 15.46 WIB.
“Kita sisir satu persatu jangan sampai ada yang masih menyala, asap pun harus tidak ada baru baru berani kita tinggal. Harus benar-benar padam,” tandasnya.
Suratman juga menjelaskan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun ada 1 relawan yang tersengat listrik dan 2 petugas pemadam sesak nafas akibat semburan asap yang yang sangat pekat.
“Untuk korban negatif cuma tadi ada 1 relawan yang tersengat listrik, tapi tidak masalah dan relawan tersebut tetap sadar. Juga 2 petugas pemadam yang sesak nafas karena pekatnya asap. Tapi untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan kita evakuasi ke RSUD Dr Moewardi,” jelas Sutarman usai proses pendinginan lokasi kebakaran, Selasa (3/5/2022).
Sutarman mengungkapkan, belum bisa ditafsir berapa kerugian dari sekitar 25 kios yang ludes tersebut.
“Untuk kerugian belum bisa ditafsir, rata-rata pemilik belum bisa menjawab karena masih kaget,” pungkasnya.








