Demam Berdarah Lebih Berbahaya dari Covid, Wali Kota Minta Masyarakat Waspada DB

oleh
oleh
dinas kesehatan solo
Kantor Dinas Kesehatan Kota Solo | Metta News / Puspita

SOLO, Metta NEWS – Putri Wali Kota Solo Gibran Rakabuming sempat terpapar Demam Berdarah dan menjalani perawatan di rumah sakit, Gibran langsung memberikan instruksi pada Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo untuk lebih intens lagi memberikan sosialisasi dan melakukan fogging di daerah-daerah yang rawan terkena demam berdarah. 

“Demam berdarah di Solo juga lagi naik, sudah saya intruksikan ke Kepala Dinas Kesehatan untuk lebih intens lagi sosialisasi dan fogging. Itu yang paling penting soale sudah banyak kasus,” tegas Gibran ketika ditemui di Balai Kota, Selasa (22/02/2022). 

Wali Kota menyebut perlu dilakukan kembali fogging ditempat-tempat yang ada kasus demam berdarah. 

“Di kelurahan Sumber juga di fogging, tempat-tempat yang ada kasus DB kita fogging. Ini soalnya bahaya, lebih bahaya dari Covid,” ujar Gibran. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo Siti Wahyuningsih mengungkapkan penyebab demam berdarah adalah tinggi curah hujan dan berkaitan dengan kebersihan lingkungan secara menyeluruh. 

“Tempatnya pak wali sudah kita fogging Kamis pekan lalu. Itu karena tempatnya pak wali banyak tanaman-tanaman yang terlalu rimbun dan masih di sekitarnya juga ada lahan kosong. Makanya orang yang punya lahan ga dipakai tolong untuk dibersihkan tempatnya. Sebelah rumahnya Pak RI 1 itu juga lahan kosong milik orang lain,” papar Siti. 

Siti menegaskan pada musim penghujan warga tidak boleh mengabaikan Pemberantasan saran Nyamuk (PSN) dengan cara 3M yakni menguras, mengubur dan menutup. 

“Artinya tidak boleh membuang apapun di tempat tampungan air. Kita harus waspada karena musimnya seperti ini. Ini lagi pergantian musim, ada genangan air. Genangan air itu tempat berkembang biak jentik nyamuk. Jadi pembersihan sarang nyamuk harus sering dilakukan,” tandas Siti. 

Siti mengatakan data demam berdarah di Solo terdapat 13 kasus yang didominasi oleh anak-anak usia bermain. 

“Di Solo ada beberapa wilayah yang perlu diwaspadai, walau semua tempat juga harus waspada. Diantaranya Mojosongo, Sumber, dan Pucangsawit. Kita tetap rutin siaran keliling edukasi ke masyarakat karena ini musim penghujan 3M nya harus jalan, pokoknya jangan sampai ada jentik,” tegasnya.