SOLO, Metta NEWS – Putri Wali Kota Solo Gibran Rakabuming, La Lembah Manah, terkena Demam Berdarah, dan dirawat di rumah sakit Dinas Kesehatan Tentara (DKT) Slamet Riyadi. Selama 3 hari, Wali Kota Gibran absen dari pekerjaannya sebagai wali kota dan melimpahkan tugas pada Wakil Wali Kota dan jajarannya.
Ditemui di Balai Kota, Senin (21/2/2022), Wali Kota Gibran memberikan kabar kalau putrinya sudah sehat dan kembali ke rumah.
“La Lembah sudah sehat, sudah balik rumah pada Sabtu (19/2/2022), yang penting anaknya sudah sehat,” ujar Gibran pada awak media.
Gibran menyebut sebelumnya La Lembah tidak pernah sakit yang parah hingga harus dibawa ke rumah sakit.
“Saya tunggu soale Rabu, Kamis, Jumat itu masuk masa-masa kritis untuk DB. Demam Berdarah itu kan bahayanya pas suhu turun di kira sudah sembuh padahal itu masa-masa kritis dan masa-masa trombositnya turun,” ungkap walikota muda itu.
Gibran menjelaskan La Lembah dirawat di rumah sakit sejak Rabu (16/2/2022) malam. Ketika ditanya bagaimana respon Presiden Joko Widodo dengan kondisi cucunya, Gibran menjawab tidak ada respon yang berlebihan.
“Rabu malam saya bawa ke rumah sakit, simbahnya (Pak Jokowi) tidak ada rencana balik ke Solo,” terangnya.
Dengan masih tingginya kasus DB di Kota Solo, Gibran meminta semua pihak tidak abai dan lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dan menjaga agar tidak muncul jentik-jentik nyamuk.
“DB di Solo juga lagi naik, sudah saya instruksikan ke kepala dinas kesehatan untuk lebih intens lagi sosialisasi dan kalau perlu fogging. Itu yang penting soale sudah banyak kasus,” tegas Gibran.
Gibran mengatakan untuk daerah tempat tinggalnya yakni Kelurahan Sumber juga akan dilakukan fogging.
“Ditempat-tempat yang ada kasusnya kita fogging, bahaya soalnya lebih bahaya dari Covid,” tandas Gibran.
Selama 3 hari menunggu sang putri di rumah sakit, Gibran terpaksa melimpahkan tugas-tugas pada wakilnya termasuk menjadi pemimpin upacara perdana di HUT Kota Solo.
“Absen di acara HUT Solo pertama saya jadi Wali Kota, adalah keputusan yang berat, tapi saya wakilkan dulu ke pak wakil, ga bisa ditinggal soalnya, mesake anakke (kasihan La Lembah),” pungkas Gibran.







