SOLO, MettaNEWS – Keraton Kasunanan Solo masuk dalam proyek prioritas pembangunan. Dari 16 menjadi 17 program dengan masuknya keraton.
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menjelaskan ia akan merampungkan 17 program prioritas tersebut hingga masa jabatannya selesai.
“Sementara itu dulu. Merampungkan itu dulu, nanti ndak mumet,” kata Gibran di Balai Kota Solo, Senin (13/3/2023).
Gibran menyebut target pengerjaan program prioritas tersebut bervariasi.
“Ada yang targetnya selesai tahun ini. Ada yang sudah selesai dibangun. Ada yang tahun depan ada yang 2 tahun lagi pas 2025,” ungkap Gibran.
Menurut Gibran, meskipun sudah cukup banyak tidak menutup kemungkinan program prioritas akan bertambah.
“Ya mungkin nambah lagi, mungkin periode dua ya. Kita lihat dulu yang ini,” terangnya.
Gibran mengungkapkan saat ini progres revitalisasi keraton terus berjalan.
“Progres keraton sudah masuk tahap kajian dari Pak kepala balai Balai Pelestarian Cagar Budaya). Sudah beres itu. Anggarannya sudah ada kok,” ungkapnya.
Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta masuk prioritas pembangunan pada urutan terakhir. Setelah keluarga internal keraton memastikan menyelesaikan konflik keluarga yang telah berlangsung puluhan tahun.
Pembangunan 17 proyek prioritas tersebut menggunakan sumber dana dari APBN dan dana hibah dari Uni Emirat Arab (UEA).
Rincian 17 proyek prioritas tersebut adalah masjid Raya Sheikh Zayed (sudah selesai), koridor Gatot Subroto-Ngarsapura, Balekambang, Museum of Culture & Technology, Islamic Center. Juga pasar mebel gilingan, TSTJ (masuk fase 2 pengerjaan), PLTSA Putri Cempo, Elevated Rail Simpang 7 Joglo, Shelter Manahan, Pasar Jongke. Juga indoor Manahan, Solo Tekno Park, Lokananta, Pura Mangkunegaran, kawasan kumuh Semanggi-Mojo. Dan terakhir Keraton Kasunanan Surakarta.







