Panembahan Agung Tedjowulan Perintahkan Pembukaan Gerbang Barat Keraton Kilen

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Perintah pembukaan Gerbang Barat kawasan Keraton Kilen menandai babak baru revitalisasi lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Pembukaan akses tersebut dilakukan atas perintah Panembahan Agung Tedjowulan setelah proses pembersihan kawasan berhasil menembus area yang sebelumnya tertutup dan dipenuhi semak belukar hingga mencapai gerbang barat.

Budayawan Hartawan Candra Malik yang juga dikenal dengan gelar Kangjeng Pakoenegoro menjelaskan, selama puluhan tahun gerbang Keraton Kilen tidak dapat diakses oleh masyarakat.

“Kini, Keraton Surakarta sudah bisa kembali diakses dari barat, tepatnya dari Gerbang Keraton Kilen,” ujar Pakoenegoro.

Ia menuturkan, gerbang tersebut sebelumnya tertutup rapat dan bahkan diperkuat dengan pagar besi kawat berduri yang digembok. Kondisi itu membuat akses menuju kawasan keraton dari sisi barat terhenti dalam waktu yang cukup lama.

“Seingat saya, sudah puluhan tahun gerbang Keraton Kilen ini tidak dapat diakses, apalagi masih ditambahi pagar besi kawat berduri yang digembok,” jelasnya.

Menurut budayawan bernama asli Prof. (HC) Dr. (HC) Hartawan Candra Malik ini, masyarakat di kawasan Baluwarti bahkan sempat memasang papan larangan parkir dan larangan berkumpul di sekitar area gerbang karena kawasan tersebut tertutup dan tidak difungsikan.

Pakoenegoro menyambut baik keputusan Panembahan Agung Tedjowulan untuk membuka kembali akses tersebut. Ia menilai langkah ini menjadi awal penting dalam proses revitalisasi kawasan keraton.

“Syukurlah Panembahan Agung telah memerintahkan agar gerbang Keraton Kilen dibuka lagi. Revitalisasi akan berlanjut dimulai dari sini,” kata Pakoenegoro.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program revitalisasi saat ini memprioritaskan kawasan cagar budaya Keraton Surakarta yang mudah diakses publik, seperti Panggung Sanggabuwana dan museum di lingkungan keraton.

Dengan dibukanya Gerbang Barat Keraton Kilen, revitalisasi selanjutnya akan difokuskan pada kawasan tersebut yang memiliki pintu gerbang tersendiri di sisi barat keraton. Langkah ini diharapkan dapat membuka kembali akses sejarah sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan budaya Keraton Surakarta bagi masyarakat luas.