Dalam Satu Hari, 40 Ribu Orang Berkunjung ke Masjid Zayed Solo Selama Musim Haji 2023

oleh
musim haji
Pengunjung Masjid Raya Sheikh Zayed Solo membludak saat musim haji 2023 | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Memasuki musim haji 2023, kunjungan wisatawan di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo membludak terhitung sejak sepekan terakhir.

Asisten Direktur Operasional Masjid Raya Sheikh Zayed, Bagus Sigit Setiawan mengatakan jumlah kunjungan di masjid ini mencapai 30.000 sampai 40.000 orang setiap harinya.

Jumlah ini meningkat ketimbang hari-hari biasa yang mana hanya 10.000 sampai 15.000 pengunjung.

“Setiap harinyakan ada 3-4 kabupaten kota di Jawa Tengah datang ke Embarkasi haji. Nah pengantarnya itu mampir ke sini,” ungkap Bagus Sigit Setiawan, Rabu, (7/6/2023).

Untuk itu pengetatan soal aturan parkir oleh Dinas Perhubungan menjadi penting untuk jadi perhatian pengunjung. Yang mana saat ini pengunjung dapat memanfaatkan lahan parkir di Terminal Tirtonadi lantaran membludaknya parkir di area Masjid Zayed. Hal ini berbeda dengan kondisi sebelumnya, dimana beberapa warga membuka parkir tak berizin di sekitar masjid.

“Ini karena membludak parkir yang Dinas Perhubungan siapkan jadi pakai yaitu Terminal Tirtonadi. Kalau benteng Vastenburg dan Pura Mangkunegaran terlampau jauh,” jelasnya.

Kendati demikian Bagus mengatakan membludaknya jumlah kunjungan ini memberikan dampak positif bagi masjid. Masjid menjadi lebih makmur banyak kunjungungan untuk beribadah. Sesuai dengan tujuan pendirian masjid.

Minta Bantuan Pemkot Solo

Sebelumnya pengelola Masjid Zayed juga telah bersiap-siap menghadapi badai pengunjung selama musim haji 2023. Pihak pengelola Masjid Zayed pun meminta bantuan Pemerintah Kota (Pemkot) soal penataan.

Direktur operasional Masjid Sheikh Zayed, Munajat pada menemui Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka untuk meminta dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk mengantisipasi banjirnya pengunjung.

“Intinya mempersiapkan kesiapan masjid. Kami butuh dukungan dari Pemkot untuk penataan macam-macam termasuk parkir, keamanan,” kata dia setelah pertemuan Rabu (31/5/2023).

“60-70 persennya adalah perempuan. Kalau jumlah sebelum musim haji 15-20 ribu per hari,” terangnya.

Munajat menilai bahwa saat ini yang menjadi kebutuhan untuk menertibkan masyarakat adalah penguraian kepadatan parkir dan sarana untuk para pejalan kaki agar tidak menyeberang melewati rel.

“Satu dua masih ada yang menyeberang rel tapi sudah diantisipasi,” kata dia.

Munajat menambahkan, pihaknya berencana untuk membuka jam operasional lebih awal dikarenakan adanya wisatawan yang datang pada pukul 03:00 WIB.

“Nanti akan kami sesuaikan jam bukanya. Begitu ada petugas, terus ada pengunjung banyak jangan sampai mereka menunggu lama,” tukasnya.