Cek Kesiapan Venue Piala Dunia U-20, Menpora Sebut Stadion Manahan Solo Tak Perlu Diaudit

oleh
Stadion
Stadion Manahan Solo | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali bertandang ke Solo pada Senin (31/10/2022). Adapun kedatangannya tersebut selain untuk menutup Festival Pelajar Nusantara (FPN) juga untuk mengecek kesiapan Stadion Manahan yang akan digunakan sebagai venue Piala Dunia U-20 pada 2023.

Menpora Amali menyampaikan akan segera mengaudit beberapa stadion di Indonesia terkhusus yang kondisinya belum layak.

“Ya arahan Bapak Presiden kepada kami Menteri PU (Pekerjaan Umum) dan saya mengaudit. Kita mulai dulu dari stadion-stadion yang memang kondisinya agak kurang bagus dan yang selalu dipadati oleh penonton khususnya yang dipakai Liga 1 dan Liga 2,” terang Menpora Amali, Senin (31/10/2022).

Menpora Amali menilai Stadion Manahan Solo yang akan menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20!tidak perlu diaduit lantaran fasilitasnya yang sudah memenuhi standar. Sehingga pihaknya akan mengkonsentrasikan pada stadion yang masih menjadi catatan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) lantaran belum layak.

“Kita konsentrasi dengan Menteri PU terkait stadion yang perlu kita perhatikan baik infrastrukturnya maupun bagaiamana tentang flownya pemain penonton keselamatan dan kenyamanan bersama,” tutur Menpora Amali.

Persiapan Piala Dunia U-20 kembali dilakukan usai event ini batal digelar pada 2021 hingga akhirnya ditunda ke 2023. FIFA pun sudah melakukan kunjungan ke enam venue yang akan menjadi lokasi pertandingan. Dari kunjungan tersebut, FIFA punya beberapa catatan ke beberapa stadion yang dianggap kurang layak seperti Stadion Si Jalak Harupat dan Stadion Gelora Bung Tomo.

Terkait kesiapan Piala Dunia U-20 2023 ini Indonesia dirasa kesulitan memenuhi standarisasi FIFA terkait rumput lapangan. Untuk itu Indonesia terus memperbaiki kekurangan.

Piala Dunia U-20 jadi PR besar untuk PSSI

PSSI bersama pemerintah pun harus tancap gas memperbaiki kekurangan agar venue dan fasilitas pendukung lainnya dianggap layak menjamu gelaran Piala Dunia U-20 2023.

Ketua Pelaksana Piala Dunia U-20 Maaike Ira Puspita mengatakan persiapan Piala Dunia U-20 masih terus diupayakan.

“Untuk (persiapan) Piala Dunia U-20 masih jalan terus. Kami sedang menyusun dokumen supaya perbaikannya itu bisa dilakukan sampai nanti untuk Piala Dunia. Kalau konstruksi atau infrastruktur, orang Indonesia paling jago. Hari ini bikin, besoknya sudah jadi, karena kita punya SDM-nya,” tutur Maike.

Namun pihaknya menyampaikan catatan FIFA menyoal rumput menjadi PR yang sulit diwujudkan. Sedangkan Piala Dunia U-20 rencananya akan digelar pada 20 Mei-11 Juni 2023.

“Kalau soal rumput, kita tidak bisa. Dan namanya rumput sepakbola, nah ini balik lagi, ada yang namanya lisensi (standarisasi) FIFA. Stadion-stadion bisa dinyatakan sesuai lisensi FIFA itu kewajiban sendiri,” katanya.

Kendati demikian pihaknya akan mengupayakan pada bagian lain seperti infrastruktur dan fasilitas yang kini tengah dikerjakan PSSI. Adapun berbagai aspek pendukung lainnya juga sedang dimatangkan dengan memanfaatkan sisa waktu sekitar tujuh bulan.

“Makanya harus dimulai dari Oktober untuk perbaikan, berarti mulai bulan ini. kemudian rencana untuk infrastruktur, kemudian flow-nya dari mulai transportasi, awak media juga nanti di luar tempat parkirnya dimana, antara flow bandara ke hotel-training side-hotel-stadion itu flownya seperti apa,” jelas Maaike.