SOLO, MettaNEWS – Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono M.M resmi menyandang gelar Magister Ilmu Hukum (S2) menjadi salah satu wisudawan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Periode II tahun 2022/2023 yang dilaksanakan, Sabtu, (24/12/2022) di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS.
Penuh dengan kebahagiaan, saat bertemu dengan awak media yang menunggunya, Juliyatmono mengaku sudah lupa tahun masuk sebagai mahasiswa S2 Ilmu Hukum.
“Saya ambil S2 Hukum itu sudah lama. Tahunnya saja saya sudah lupa, kemungkinan 2005 waktu itu barengan dengan teman-teman di Karanganyar, ya mahasiswa aktif, menyenangkan,” ujar Juliyatmono.
Juliyatmono juga sempat mempunyai pengalaman menarik selama kuliah di UMS sehingga mempengaruhi judul disertasinya.
“Pas kuliah itu saya ada pengalaman lucu. Saat itu mata kuliah Politik Hukum dosennya Pak Mahfud MD. Waktu itu beliau lagi senangnya masuk di PKB, saya sudah lama jadi kader Golkar. Tampaknya ada subyektifitas saat perkuliahan saya debat terus sampai Pak Mahfud mungkin jengkel sampai saya ga diberi nilai. Karena nilainya ga keluar saya lupakan mata kuliah itu karena saya sudah jadi DPR dengan aktivitas yang luar biasa jadi lupa,” paparnya.
Hingga tahun lalu, Juliyatmono diingatkan oleh pihak kampus apakah mau meneruskan atau tidak.
“Akhirnya saya teruskan, dan akhirnya lulus, di wisuda hari ini,” ungkapnya.
Juliyatmono mengaku sangat semangat belajar dan mengikuti perkuliahan di UMS.
“UMS itu mencerahkan sehingga belajarnya itu menyenangkan. Selain itu kekeluargaannya luar biasa dan sangat bersahabat sehingga semua mahasiswanya menjadi lebih akrab,” ungkap Bupati Karanganyar itu.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat mendapatkan pendidikan tinggi maka semakin tinggi pula peradabannya. Hal ini akan terjadi apabila masyarakatnya menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Ia juga berencana akan meneruskan ke jenjang S3 UMS mengambil jurusan Ilmu Pendidikan Agama.
“Karena hidup itu belajar tidak boleh alasan karena usia. Sampai kapanpun kita harus terus belajar. Semoga UMS ke depan semakin berkembang semakin keren, dengan ciri khas nilai-nilai agama yang diajarkan baik, agama yang dikembangkan itu mencerahkan. Mencerahkan itu seperti sinar matahari, tidak pernah memilih siapa disinari, dan melakukannya tanpa pamrih,” paparnya.

Sementara Ketua Panitia Wisuda Dr Triyono mengatakan, Bupati Karanganyar Juliyatmono dipilih untuk memimpin pembacaan Prasetya Wisudawan yang di ikuti oleh 1.641 orang peserta wisuda.
“Dari 1.641 wisudawan tersebut sebanyak 560 memperoleh predikat cumlaude serta ada 4 wisudawan dari Luar Negeri yakni dari Thailand, Palestina dan Sudan,” jelasnya.
Dr. Triyono menyampaikan, Bupati Juliyatmono menyelesaikan kuliah S2 yang sempat terhenti melalui jalur RPL (recognisi pembelajaran lampau) dan ini sesuai dengan Permendikbud 41 tahun 2021. Sehingga mata kuliah beliau yang lalu ada yang diakui dan tidak. Masih 2 semester dan tercatat di tahun akademik 2021. Saya lupa IPK nya tapi yang jelas di atas 3,” terang Dr. Triyono.
Dalam sambutannya, Rektor UMS, Prof. Sofyan Anif M.Si., mengucapkan selamat bagi wisudawan, termasuk Bupati Karanganyar, Yuliatmono yang lulus pada periode ini.
“Seperti Bupati Karanganyar ini adalah salah satu contoh kader tulen Muhammadiyah dan dapat menunjukkan prestasi dan kontribusinya bagi masyarakat. Ini jadi kebanggan kami, sebagai almamater, sumbangsih kepada almamater dan sumbangsih kepada bangsa dan negara,” ujar Rektor Sofyan.
Rektor berpesan pada wisudawan untuk menjadi alumni yang memiliki karakter, UMS membekali lulusan dengan kompetensi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEKS) dan juga kualitas spiritual dapat menjadi jadi modal untuk membangun jati diri manusia ntuk menjadi SDM yang unggul.
“Sehingga ada pembeda lulusan UMS dengan Perguruan Tinggi lain. Jadilah alumni yang selalu melakukan kebaikan, khoirunnas anfauhum linnas, yakni sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain,” imbuh Rektor.







