Tak Ada Pembatasan, Umat Kristiani di Solo Penuhi Gereja Rayakan Natal

oleh
oleh
Jemaat memenuhi ruang di Gereja Utusan Pantekosta di Indonesia Solo. Mereka merayakan Natal tanpa ada lagi pembatasan seperti dua tahun masa pandemi Covid-19 | dok GUPdI/Hapsamto

SOLO, MettaNEWS – Umat Kristiani di Kota Solo merayakan Natal dalam suasana lega, terbebas dari pembatasan yang dua tahun terakhir terpaksa dilakukan karena pandemi Covid-19. Meski hujan ringan terus mengguyur sejak pagi, sejumlah gereja dibanjiri oleh jemaat.

Seperti di Gereja Utusan Pantekosta di Indonesia (GUPdI) Jemaat Pasar Legi Solo, gedung gereja berkapasitas seribu orang itu penuh saat kebaktian pagi dan siang.

Selama dua tahun, gereja tersebut ketat mengurangi kapasitas ruangan menjadi 50 persen, bahkan di tahun pertama pandemi sempat total tidak mengadakan ibadah secara tatap muka.

Pendeta Debora Estefanus yang membawakan kotbah menyampaikan pesan Natal dari Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) yang diambil dari ayat Injil Matius 2:12, “Pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.”

“Ayat ini mengisahkan para Majus –orang asing yang berupaya menemukan Jesus dari tempat yang jauh dan sukar. Mereka memutuskan pulang melalui jalan lain, agar tidak perlu mendukung niat Raja Herodes yang juga mencari Jesus, namun sangat beda kepentingan. Orang Majus ingin menyembah Jesus, sedangkan Raja Herodes ingin membunuh-Nya.”

Pendeta Debora menekankan pentingnya umat Kristen memperjelas diri berada di pihak yang mana. Ketika sudah menjadi pengikut Jesus pun tugas belum selesai, setiap saat dituntut untuk menerangi dunia dan menyampaikan kasih Kristus kepada sesame.

“Ini penting, kekristenan bukan sesuatu yang cukup ditulis dalam kolom KTP. Kita lihat di media, belakangan ini ada peristiwa-peristiwa kejahatan besar yang dilakukan oleh orang-orang Kristen. Mereka hanya beragama, tapi tidak meneladani Kristus sebagai pembawa damai dan keselamatan,” ujarnya.