SOLO, MettaNEWS – Membuka World Peace Forum di Solo, Kamis (17/11/2022) Ketua MPR Bambang Soesatyo menyampaikan keprihatinan pada situasi geopolitik dunia.
Politikus yang akrab disapa dengan panggilan Bamsoet ini menyambut baik forum perdamaian dunia yang digagas oleh Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) Din Syamsudin
“Harapan kita dalam situasi geopolitik dalam situasi global, kita ikut prihatin karena prinsipnya perang tidak pernah membawa manfaat, justru membawa banyak kerugian, dua negara bertempur tapi yang terdampak adalah hampir semua negara lain yang ikut merasakan penderitaannya,” tutur Bamsoet usai pembukaan World Peace Forum.
Bamsoet menegaskan diperlukan upaya yang lebih maksimal untuk mendorong negara-negara bisa menahan diri agar tidak menimbulkan atau memicu peperangan baru.
“Harapan saya adalah seluruh dunia fokus pada desakan, penyelesaian, perang yang terjadi hari ini yang membawa dampak luar biasa bagi dunia yaitu Ukraina dan Rusia, tapi tidak hanya itu, dibeberapa negara juga sedang mengalami konflik yang menimbulkan banyak korban jiwa,” ujarnya.
Untuk Muhammadiyah sendiri, Bamsoet berharap dapat menginspirasi bagi masyarakat Indonesia dalam hal toleransi mewujudkan perdamaian dunia.
“Ya apa yang digagas sebagai tokoh Muhammadiyah tentu saja ini harus diikuti dan menginspirasi bagi organisasi keagamaan lainnya untuk mendorong semangat perdamaian tidak hanya dalam negeri kita saja dan semangat perdamaian dunia apa yang kita bicarakan hari ini adalah harkat dan martabat manusia, kita bicara soal kemanusiaan yah, selamat berforum,” papar Bamsoet.
Rektor UMS Prof. Sofyan Anif menambahkan pelaksanaan World Peace Forum ke 8 sengaja dimasukan dalam agenda penunjang Muktamar Muhammadiyah.
Kita mengundang narasumber dari berbagai negara dan tokoh lintas agama. Dimensi aspek kemanusiaan itu masih cukup keras, sehingga perlu ada solusi, perlu ada jalan keluar bagaimana kita sebagai bangsa yang punya Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila itu bisa kita jadikan sebagai contoh, sebagai konsep dalam rangka untuk menyatukan seluruh dunia,” beber Prof. Anif.
Prof. Sofyan mengatakan pada kegiatan ini ada nilai toleransi yang tinggi dalam menyatukan kebersamaan, kekeluargaan antar semua umat meskipun berbeda agama di level dunia.
“Sehingga harapan kami untuk WPF ke 8 ini ada goal yang lebih real, ebih operasional sampai kepada bentuk kegiatannya dalam rangka untuk mencapai perdamaian dunia terutama dalam dimensi aspek kemanusiaan ini yang harus menjadi kata kunci didalam penyelesaian masalah,” tegas Prof. Sofyan.







