BPOM Surakarta Sosialisasikan Budaya Keamanan Pangan ke 27 Sekolah di Wonogiri dan Sragen

oleh
oleh
Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Surakarta menggelar Sosialisasi Program Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan di 2 Kabupaten | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS –Membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keamanan pangan di lingkungan sekolah, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Surakarta menggelar Sosialisasi Program Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan pada Rabu (29/6/2025). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan melibatkan komunitas pendidikan dari dua kabupaten di Jawa Tengah.

Kepala Balai POM Surakarta, Muhammad Fajar Arifin, secara resmi membuka acara yang diikuti oleh perwakilan kepala sekolah, guru, dan siswa dari 27 sekolah jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA di wilayah Kabupaten Wonogiri dan Sragen. Selain komunitas sekolah, sosialisasi ini juga dihadiri oleh berbagai stakeholder, seperti BAPPERIDA, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Wonogiri, dan Yayasan Gita Pertiwi.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini mencakup prinsip-prinsip dasar keamanan pangan, pengenalan dan pemilihan pangan aman melalui pendekatan 5 Kunci Keamanan Pangan, tips konsumsi pangan dengan metode Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa), serta informasi nilai gizi.

Melalui kegiatan ini, BPOM menegaskan pentingnya edukasi keamanan pangan sejak dini guna menciptakan konsumen cerdas yang mampu memilih dan menjaga kualitas pangan yang dikonsumsi. Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan generasi sehat menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Komitmen sekolah dalam menerapkan budaya keamanan pangan menjadi bagian dari perlindungan kesehatan komunitas pendidikan. Budaya ini harus ditanamkan secara berkelanjutan agar menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari,” terang Muhammad Fajar.

BPOM Surakarta berharap kegiatan ini menjadi langkah awal pembentukan sekolah-sekolah yang peduli dan aktif membudayakan keamanan pangan, sekaligus memperkuat peran pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan berkualitas.