BPOM Surakarta Kumpulkan Pemangku Kepentingan, Tegaskan Perkuatan Integritas Supplier Demi Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Surakarta menggelar Penggalangan Komitmen Pemangku Kepentingan bertema “Perkuatan Integritas Supplier dalam Ekosistem Rantai Pasok Pangan Olahan Program Makan Bergizi Gratis melalui Fungsi Pencegahan”, Selasa (2/12/2025).

Kepala BPOM Surakarta, Muhammad Fajar Arifin, S.Farm., Apt., menyampaikan, dalam memastikan perlindungan masyarakat, BPOM Surakarta melakukan pengawasan obat dan makanan secara menyeluruh baik sebelum produk beredar (pre-market) maupun setelah beredar (post-market).

“Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pengawasan pangan olahan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program prioritas nasional. Upaya yang dilakukan mencakup langkah preventif maupun represif untuk menjamin keamanan, mutu, dan manfaat produk yang dikonsumsi masyarakat,” ungkap Fajar.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan program unggulan Presiden RI yang tercantum dalam RPJMN 2025–2029. Program ini menargetkan 82,9 juta penerima manfaat yang terdiri dari siswa, santri, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Meski baru berjalan, di wilayah Solo Raya telah tercatat sejumlah Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan. Sebagian besar insiden tersebut terjadi akibat ketidaksengajaan, seperti kurangnya pengetahuan pengelola serta lemahnya standar sanitasi dan higiene dalam pengolahan pangan.

Menanggapi hal tersebut, BPOM menilai perlu adanya perkuatan integritas supplier sebagai bagian dari strategi pencegahan.

“Pendekatan ini dinilai krusial untuk memastikan kualitas pangan olahan sejak dari hulu, sehingga risiko insiden keamanan pangan dapat ditekan secara signifikan. Upaya ini sekaligus mempertegas peran BPOM dalam memastikan rantai pasok pangan MBG berjalan aman dan terstandar,” jelas Fajar.

Kegiatan penggalangan komitmen hari ini turut dihadiri perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD/JKPD), Aparat Penegak Hukum (APH), Badan Gizi Nasional, SPPG, yayasan dan mitra pelaksana, serta para supplier MBG. BPOM Surakarta berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan sinergi lintas sektor dalam memastikan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di Solo Raya.

BPOM Surakarta juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terus mendukung pengawasan obat dan makanan, termasuk masyarakat yang menjadi salah satu pilar penting dalam menjamin keamanan dan mutu produk yang beredar. Lembaga tersebut mengajak seluruh unsur pelaksana MBG—mulai dari SPPG, yayasan, mitra, hingga supplier—untuk selalu melaporkan bila menemukan indikasi pelanggaran atau membutuhkan informasi terkait pangan olahan dalam program tersebut.

BPOM Surakarta merupakan Unit Pelaksana Teknis Badan POM yang bekerja berdasarkan Peraturan Badan POM No. 19 Tahun 2023 sebagaimana telah diubah dalam Peraturan Badan POM No. 3 Tahun 2025. Wilayah kerjanya meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri. Lembaga ini menjalankan berbagai fungsi strategis, mulai dari pengelolaan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE), layanan pengaduan, pemeriksaan sarana dan produk obat dan makanan, sertifikasi produk serta fasilitas produksi, hingga penindakan pelanggaran.

Masyarakat atau pemangku kepentingan yang membutuhkan layanan pengaduan dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai POM Surakarta melalui telepon/faks (0271) 7788090, WhatsApp 0851-5613-4032, atau email [email protected].