SOLO, MettaNEWS – Beberapa ruas jalan di Solo terpasang banner partai PDI Perjuangan bergambar banteng dengan tulisan #Aku Dudu Wongmu, Aku PDI Perjuangan. Hastag tersebut cukup menarik perhatian karena terkesan mengarah pada seseorang.
Menanggapi banner yang banyak terpasang di sepanjang jalan Surya arah Jagalan ini, Ketua DPC PDI Perjuangan FX. Hadi Rudyatmo dengan tegas mengatakan identitas partai itu melekat pada kadernya.
“Saya selalu menyampaikan, kalau jadi kader PDI Perjuangan, pesan saya jangan sering ikut lomba tarik tambang, nanti ndak eret-eretan pendukung, yang kedua jangan ikut lomba makan kerupuk nanti ndak ngrikiti pendukung liyane, makanya ya semua adalah wong PDI Perjuangan to, kalau ngomong wonge Rudy gitu ya, Rudy kon daftarkan diri KPU sendiri tanpa identitas partai, coba bisa tidak,” tegas Rudy.
Rudy menyebut orang PDI Perjuangan itu adalah semua kader bukan orang perorang.
“Kalau tidak karena PDI Perjuangan lha apa 45 bakal calon legislatif ini nanti bisa daftar sendiri?. Yang bisa mendaftarkan kan partai,” tegasnya.
Rudy menekankan pada semua kader untuk tidak merasa sombong dan menganggap dirinya sendiri yang berjasa pada atas keberhasilannya.
“Jangan sombong, kalau sudah duduk (di kursi dewan) disana jangan merasa sok pintar, ojo rumangsa bisa ning bisa rumangsa, bahwa aku bisa sampai di titik ini kalau tanpa lambang PDI Perjuangan apa bisa berjuang,” ungkapnya.
Banner tersebut menurut Rudy bukan hal baru karena PDI Perjuangan secara rutin terus memasang banner tersebut di beberapa ruas jalan.
“Itu untuk mengingatkan bahwasanya sebagai petugas partai bukan karena gambar kalian di coblos terus merasa kamu bisa meraih suara sendiri, Kalau gitu dulu silahkan daftar sendiri ke KPU coba diterima tidak, gitu kan hal-hal yang mesti diberitahukan pada kader,” tandasnya.
Rudy menepis banner tersebut dikaitkan dengan Pilpres. Ia mengatakan banner tersebut sudah lama terpasang bahkan sejak tahun 2004 silam.
“Yang pasang PDI, dari dulu ada. Jadi tidak boleh yang namanya kader yang mau mendukung saya kalau ditanyain aku wong e Rudy itu ga boleh. Yang benar itu aku ini orangnya PDI Perjuangan, artinya aku ini kader PDI Perjuangan gitu lo. Jadi bukan di klaim oleh si A si B si C. Karena sudah ada indikasi kader yang merasa suara yang diperolehnya itu hasil kerjanya dia sendiri,” tegasnya.








