Belajar Matematika di Pasar Jongke, 81 Murid SD Muhammadiyah PK Solo Praktik Menimbang dan Belanja

oleh
oleh

SOLO, NEWS – Belajar matematika tidak harus selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Sebanyak 81 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo membuktikan bahwa pasar tradisional juga bisa menjadi ruang belajar yang menyenangkan. Melalui kegiatan outing class di Pasar Jongke, Jalan Dr. Rajiman, Pajang, Laweyan, Rabu (4/11/2026), para murid mempraktikkan langsung materi pengukuran berat sekaligus belajar berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

Mengusung tema “Conversations in Culture: An Interactive English Adventure at Pasar Jongke”, kegiatan ini memadukan pembelajaran matematika, pengenalan budaya pasar tradisional, serta praktik bahasa Inggris dalam situasi nyata.

Guru Matematika kelas III, Ratih Laila Rahmawati, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk membantu murid memahami konsep satuan berat baku, seperti kilogram, ons, dan gram. Selain itu, murid juga dikenalkan dengan berbagai jenis timbangan serta cara membaca hasil pengukuran.

“Mengajak murid terjun langsung ke pasar tradisional membuat konsep matematika terasa nyata, kontekstual, dan menyenangkan,” ungkap Ratih.

Sebelum berangkat, 81 murid dibagi menjadi enam kelompok. Setiap kelompok mendapatkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai panduan dalam menyelesaikan berbagai misi pembelajaran di pasar.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, setiap kelompok didampingi seorang guru. Murid juga dibekali alat tulis, uang saku secukupnya, serta tas belanja berbahan kain sebagai bentuk edukasi untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.

Belajar Mengenal Timbangan hingga Praktik Belanja

Setibanya di Pasar Jongke, para murid terlebih dahulu mendapatkan pengarahan mengenai keselamatan dan tata tertib selama berada di lingkungan pasar.

Mereka kemudian dikenalkan dengan berbagai jenis timbangan yang biasa digunakan pedagang, mulai dari timbangan jarum, timbangan digital, hingga timbangan dacin.

Setelah mendapatkan penjelasan, petualangan belajar pun dimulai. Bersama kelompok masing-masing, murid mengamati aktivitas pedagang ketika menimbang barang dagangan, berinteraksi langsung dengan penjual, serta menggali informasi mengenai berat barang dan jumlah minimal pembelian.

Tidak hanya mengamati, mereka juga menjalankan misi belanja dengan target berat tertentu sesuai petunjuk dalam LKPD.

Melalui praktik tersebut, murid belajar menghubungkan materi matematika yang diperoleh di sekolah dengan aktivitas ekonomi sehari-hari. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana konsep kilogram, ons, dan gram digunakan dalam transaksi jual beli.

Pengalaman ini sekaligus mengenalkan pasar tradisional sebagai bagian dari kehidupan masyarakat yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan budaya.

Praktik Bahasa Inggris di Lingkungan Pasar Tradisional

Hal menarik lainnya, kegiatan outing class ini menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, termasuk dalam instruksi dan lembar kerja peserta didik.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari penguatan program International Class Program (ICP) yang dikembangkan SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo.

Dengan demikian, murid tidak hanya belajar matematika, tetapi juga mendapatkan kesempatan mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris dalam konteks kegiatan sehari-hari.

Mereka diajak berkomunikasi, memahami instruksi, serta mengenal kosakata yang berkaitan dengan aktivitas jual beli dan pengukuran berat.

Salah satu murid, Muhammad Arkan Alfariq, mengaku senang bisa mengikuti pembelajaran langsung di Pasar Jongke.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman berbeda dibandingkan belajar di dalam kelas karena bisa melihat dan mencoba sendiri aktivitas yang selama ini hanya dipelajari melalui materi pelajaran.

“Senang sekali bisa belajar di Pasar Jongke. Aku jadi tahu cara pedagang menimbang barang dan bisa praktik langsung membeli singkong. Pasarnya juga bagus dan menarik. Semoga kita bisa sering belajar di luar kelas seperti ini,” tuturnya.

Pembelajaran Ditutup dengan Rekreasi ke Klaten

Setelah seluruh misi pembelajaran di Pasar Jongke selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan rekreasi ke The Honduras, Ponggok, Klaten.

Di lokasi tersebut, para murid menikmati berbagai wahana permainan sebagai bagian dari kegiatan kebersamaan dan penyegaran setelah mengikuti pembelajaran di pasar.

Melalui outing class ini, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo berharap murid dapat memahami materi pelajaran melalui pengalaman nyata, meningkatkan keterampilan komunikasi, serta mengembangkan keberanian berinteraksi dengan masyarakat.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana menanamkan kepedulian terhadap keberadaan pasar tradisional dan para pelaku usaha kecil.

Pembelajaran kontekstual seperti ini diharapkan membuat anak tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Pasar tradisional pun menjadi ruang edukasi yang mempertemukan matematika, bahasa, budaya, dan pengalaman sosial dalam satu kegiatan yang menyenangkan.