Beberapa Catatan FIFA untuk Venue Pildun U-17 di Solo, Stadion Manahan Disterilkan Mulai Oktober

oleh
Manahan
Stadion Manahan Solo usai diinspeksi FIFA untuk Piala Dunia U-17 | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Solo membeberkan hasil inspeksi FIFA di 3 venue Piala Dunia (Pildun) U-17 Solo yakni Stadion Manahan, Lapangan Blulukan dan Stadion UNS, Senin (28/8/2023).

Kepala Dispora, Rini Kusumandari mengatakan ada 15 orang perwakilan FIFA yang hadir saat inspeksi. Mereka brasal dari bidang manajemen, keamanan, pemasaran, media center dan informasi dan teknologi (IT).

Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria bersama 40 orang perwakilan PSSI juga turut hadir dalam inspeksi tersebut.

Beberapa catatan FIFA yang harus dipenuhi yakni perihal pagar tribun depan VIP, furniture dan perabotan.

“Pertama itu masalah tribun untuk pagar yang di dekat VIP depannya minta dipotong. Karena itu mengganggu pemandangan. Yang kedua furniture, kemarin kan sudah ada perabotan juga tapi masih ada juga yang kurang,” ujar Rini.

Kekurangan pada furniture dan perabot nantinya akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Solo. Khusus untuk furniture yang fisik menjadi tanggungjawab Kementerian PUPR. Sedangkan penambahan platform kamera di sisi tribun menjadi tugas Kementerian PUPR.

“Jadi yang menempel di bangunan itu yang dari Kementerian PUPR. Kami dari Pemerintah Kota menganggarkan untuk furniture dan ada peraturan kamera di ruang pers releasw. Pers konferens harus ada platform kamera,” katanya.

Selain itu, FIFA meminta agar pihaknya melengkapi dua security server di Stadion Manahan dan dekat kantor Manahan.

“Semua kawasan ini harus sentral dan butuh tenaga satu orang khusus untuk di center dan dia akan dilatih di kepolisian. Kita minta kepolisian untuk melatih mereka untuk cara mengoperasikan CCTV jadi tidak hanya melihat saja tapi bisa melihat mana fokus yang menjadi perhatian,” jelas dia.

Catatan lain menyoal penambahan sumur dalam yang saat ini hanya ada satu. Di mana satu sumur tersebut hanya mampu mengisi tank berkapasitas 1.200 meter kubik atau setara dengan 1,2 juta liter air.

“Kapasitasnya itu kan agak lamban ini perlu penambahan satu sumur lagi. Dan itu akan dikerjakan oleh PUPR nanti kita bantu di perizinannya,” kata Rini.

Menyoal rumput yang sempat menguning, pihaknya menyatakan kondisinya saat ini sudah hijau sehingga tidak ada masalah lagi. FIFA selanjutnya akan melakukan inspeksi kembali pada September 2023.

“Tenaga perawat rumput sudah mendapat pelatihan di Bandung yang mengadakan Kementerian PUPR. Pokoknya pertengahan Oktober sudah selesai. Steril di tanggal 27 Oktober sampai Desember. Semua kegiatan sudah berhenti termasuk PKL nanti saya akan laporkan ke pak wali setelah ada pernyataan resmi FIFA,” tandasnya.