SOLO, MettaNEWS – Polisi menerima belasan kasus telepon seluler dan dompet hilang saat pentas Tip-ex di Pamedan Mangkunegaran, akhir Oktober lalu. Polisi pun menggelar operasi yang berhasil mengungkap satu kawanan pencopet HP yang berasal dari Bandung.
“Tidak heran yang kehilangan HP banyak, ini satu komplotan saya bisa menguras 12 HP di satu pentas. Modusnya mereka mencari pentas musik yang ramai, yang gratis. Karena pasti yang nonton banyak. Kemudian mereka berbagi peran,” papar Kapolresta Solo, Kombes Pol Iwan Saktiadi, Senin (13/11/2023).
Dalam gelar kasus di Mapolresta, Iwan Saktiadi menyebut, polisi menduga ada kawanan penjahat yang terorganisasi sehingga berhasil beraksi dengan masif.
“Dengan berbekal sejumlah petunjuk, anggota kami terus mengejar dan ternyata sampai ke Bandung. Dua hari di sana tim berhasil menemukan tiga pelaku yang bersembunyi di sebuah rumah kos,” imbuhnya.
Tiga orang itu masing-masing Fe, Gn dan Yg. Polisi meringkus ketiganya saat bersantai sambil menikmati sabu-sabu. Ada tersangka lain, yakni otak komplotan Ikin dan Mamang sampai saat ini masih buron.
Baca juga: Banyak Copet Beraksi di Solo Car Free Day dan Masjid Zayed, Gibran Lapor Sini!
“Dengan adanya sabu ini, akan ada pasal tambahan buat mereka, yakni penyalahgunaan zat psikotropika. Barang bukti lain, masih ada 4 HP dari 12 hasil kejahatan mereka di Solo,” tandas Kapolresta.
Selain tiga tersangka pencopet tergorganisasi, polisi juga menangkap SM (40) warga Klaten yang mencuri 4 unit HP di Alun-alun Utara, saat keramaian Seabad Persis Solo. SM bekerja sendirian, tapi matanya cukup jeli menjarah tas milik Tegar Rian Bagus Pratama, warga Klaten. Tas tersebut berisi 4 unit HP milik teman-teman korban. Tak berapa lama, karena korban tersadar, dia berteriak dan SM pun tertangkap.
Pencopet HP Berbagi Peran
Di depan wartawan, salah seorang anggota komplotan, Fe (34) mengaku dirinya baru sekali terlibat dalam kawanan pencopet.
“Saya sehari-hari pengamen di Bandung, tapi karena hasil ngamen kurang untuk membiayai keluarga, jadi tertarik waktu ada yang ngajak ke Solo untuk mencopet HP,” terangnya.
Dia pun memperagakan pembagian peran dalam kelompok. Tugasnya adalah berjoget di antara penonton, kemudian menyenggol salah satu penonton untuk mengalihkan perhatian. Saat itulah, tersangka Iming merogoh HP, kemudian dengan cepat mengalihkan ke pelaku lain untuk mengamankan.
Baca Juga: Gibran Ganti HP Seorang Pengunjung yang Kecopetan di Sekaten
Hasil dari kejahatan berjemaah itu, Fe mendapatkan pembagian uang Rp 900 ribu. Selain itu, juga mendapat dua unit HP yang sudah dia jual dengan harga Rp 400 ribu sebuah.
Fe menyebut tidak ada tempat yang benar-benar aman untuk menyimpan HP di keramaian konser.
“Pencopet tidak pilih-pilih. Kami mencari konser yang ramai penonton, biasanya yang gratis. Kalau sudah menikmati konser, orang pasti kurang konsentrasi. Di situlah pencopet dengan muda mengambil HP yang ada di saku, atau di dalam tas,” ujarnya.







