Atap Gedung DPRD Sragen Runtuh Diterjang Hujan Deras Disertai Angin Ribut

oleh
Dprd
Atap plafon gedung DPRD Sragen runtuh diterjang hujan deras disertai badai pada Minggu (9/10/2022) | Dok DPRD Sragen

SRAGEN, MettaNEWS – Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Sragen selama 2 hari yakni Sabtu-Minggu, 9-10 Oktober 2022 sebabkan atap di beberapa ruangan DPRD Sragen runtuh.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.00 hingga 19.00 WIB pada Minggu (9/10). Setidaknya ada lima ruangan DPRD yang rusak seperti ruangan Paripurna, fraksi Gerindra, PAN, Golkar, PKS serta ruang Komisi.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sragen, Suparno membenarkan adanya kerusakan atap gedung tersebut. Suparno menuturkan tidak ada korban jiwa pada saat kejadian lantaran kantor sedang libur.

“Tidak terjadi kerugian jiwa namun hanya kerugian materil biasa karena kondisinya memang sudah harus diperbaiki, teknisnya bagaiamana hari ini kita undang dinas terkait untuk segera mengkaji dalam hal ini apakah sistem perbaikannya bagaimana dan juga dikaji dengan besaran anggaran yang ada,” kata Suparno di sela-sela meninjau ruang Paripurna, Senin (10/9/2022).

Agar renovasi cepat selesai dalam waktu sepekan, pihaknya akan menggunakan dana darurat maupun HPS (Harga Perkiraan Sendiri). Terlebih banyak kegiatan yang sudah dijadwalkan seperti pembahasan dan penjabaran APBD Kabupaten Sragen baik melalui sidang paripurna atau rapat pansus.

“Saya targetkan, seminggu harus selesai karena pekan depan kami sudah menyelenggarakan rapat-rapat yang bentuknya pansus maupun paripurna.

Maka harus segera terselesaikan,” terangnya.

Ruang Rapat Paripurna merupakan kebutuhan vital untuk menggelar rapat. Menurutnya, Rapat Paripurna tidak bisa dialihkan ke lokasi lain mengingat adanya perbedaan fasilitas sistem elektrik yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan ruangan.

“Kami harus lakukan karena tahapan itu wajib. Kalau Paripurna kami tempatkan atau digeser ke gedung Kartini itu gak mungkin bagaimana elektriknya, bagaimana ada pengeras suaranya, dan sebagainya,” bebernya.

Untuk itu, pihak DPRD Sragen meminta dinas terkait untuk menugasi pihak ke 3 yang mampu memenuhi target renovasi 1 pekan. Agar Ruang Rapat Paripurna dapat sesegera mungkin digunakan tanpa harus mensetting ulang lokasi baru.

Sementara untuk atap Suparno mengusulkan agar dibuat menggunakan bahan PVC yang tidak perlu dicat.

“Kami akan mengundang apabila RAB nya nanti sudah jadi kami akan menunjuk bersama dinas rekanan yang profesional. Siap bekerja 1×24 jam dan beberapa hari ke depan,” tutupnya.