Asap Kebakaran TPA Putri Cempo Ganggu Sekolah di Solo, Siswa SMPN 5 dan SDN Kendalrejo Dipulangkan Lebih Awal

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Asap kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo  mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) di dua sekolah yang berada di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo.

Dua sekolah yang terdampak yakni SMPN 5 Solo dan SDN Kendalrejo. Karena kondisi pembelajaran tidak kondusif akibat asap yang masuk ke area sekolah, siswa terpaksa dipulangkan lebih awal pada Kamis (3/9/2026).

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Solo, Abi Satoto, mengatakan siswa dipulangkan sekitar pukul 13.00 WIB setelah kondisi asap mengganggu proses pembelajaran.

“Tadi pulangnya pukul 13.00 WIB. Karena terganggu asap, pembelajaran tidak kondusif,” kata Abi saat dihubungi wartawan di Solo, Kamis (3/9/2026).

Namun, kebijakan pulang lebih awal tidak diberlakukan sama bagi seluruh siswa. Siswa yang rumahnya jauh dari lokasi TPA Putri Cempo dan tidak terdampak asap diperbolehkan pulang.

Sementara siswa yang tinggal di sekitar kawasan TPA justru diminta tetap berada di sekolah untuk sementara waktu.

“Karena kalau dekat (pulang) dia di rumah semakin berbahaya. Ini masih dalam pantauan kami,” ujar Abi.

Pihak sekolah menyiapkan konsumsi bagi siswa yang masih berada di sekolah sembari menunggu kondisi lingkungan kembali kondusif.

Disdik Data Siswa yang Tinggal Dekat TPA

Disdik Solo kini melakukan pendataan terhadap siswa yang rumahnya berada di sekitar TPA Putri Cempo. Pendataan dilakukan untuk mengetahui potensi dampak asap terhadap siswa sekaligus menentukan langkah pembelajaran selanjutnya.

Abi mengatakan pihaknya masih melakukan evaluasi terkait kondisi tersebut. Salah satu opsi yang mulai dipertimbangkan adalah penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) apabila kondisi asap kembali mengganggu aktivitas sekolah.

“Jadi ini sambil menunggu evaluasi nanti seperti apa akan kita pikirkan. Termasuk alternatifnya tadi pembelajaran jarak jauh,” ungkapnya.

Selain melakukan pendataan, Disdik Solo juga mengirimkan masker untuk memenuhi kebutuhan perlindungan siswa selama berada di sekolah.

Menurut Abi, kondisi asap sempat cukup pekat karena terbawa hembusan angin dan masuk ke lingkungan sekolah.

“Ini anginnya bolak balik (bawa asap kebakaran). Ini sudah mereda. Jadi asap ikut angin,” tandasnya.

Kondisi tersebut membuat aktivitas pembelajaran harus menyesuaikan perkembangan kebakaran di TPA Putri Cempo.

Petugas Fokus Cegah Api Merembet ke Permukiman

Sementara itu, Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan petugas gabungan masih bersiaga di sekitar lokasi kebakaran TPA Putri Cempo.

Petugas melakukan penyekatan sekaligus penyiraman di sekitar titik api untuk mencegah api meluas ke kawasan permukiman.

“Kita hari masih bertugas, masih standby, dan penyekatan, penyiraman di sekitar sumber api agar supaya tidak menyebar di sekitar,” kata Respati.

Menurutnya, upaya penanganan terus dilakukan dengan fokus utama mencegah api merembet ke area di sekitar TPA.

Pemerintah Kota Solo berharap kebakaran dapat segera dipadamkan sehingga kondisi lingkungan, termasuk aktivitas pendidikan di sekitar lokasi, kembali normal.

“Kita fokus dipengetatan di sekitar supaya api tidak merembet ke samping-samping,” jelasnya.

Dengan kondisi asap yang masih dipantau, Disdik Solo memastikan perkembangan situasi di sekitar TPA Putri Cempo menjadi pertimbangan dalam menentukan keberlangsungan pembelajaran siswa di sekolah terdampak.