SOLO, MettaNEWS – Sebanyak 627 warga Kota Solo dinyatakan telah graduasi dari penerima bantuan sosial (bansos). Mereka tidak lagi menerima bantuan setelah kondisi ekonominya dinilai sudah lebih mampu.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengapresiasi kesadaran warga yang memilih keluar dari kepesertaan bansos. Menurutnya, keputusan tersebut membutuhkan kesadaran sekaligus kebesaran jiwa karena masih banyak masyarakat lain yang lebih membutuhkan bantuan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah mau graduasi dan mau memberikan bantuan ini kepada yang lebih membutuhkan. Karena ini perlu kebesaran jiwa,” ujar Respati usai Penyerahan Graduasi Program PKH di Balai Kota Solo, Kamis (3/9/2026).
Respati Minta Warga yang Sudah Mampu Beri Kesempatan
Respati berharap semakin banyak penerima bansos yang kondisi ekonominya telah membaik bersedia memberikan kesempatan kepada warga lain yang lebih membutuhkan.
“Saya mohon kesadaran, jika sudah mampu berikan kepada yang lebih berhak,” katanya.
Untuk memastikan bantuan sosial tetap tepat sasaran, Pemkot Solo melalui Dinas Sosial bersama pemerintah kelurahan juga membuka layanan pengaduan terkait Desil dan penerima bansos.
Masyarakat dapat melaporkan apabila menemukan warga yang dinilai sudah tidak layak menerima bantuan. Sebaliknya, warga juga dapat menyampaikan informasi jika ada masyarakat yang sebenarnya layak menerima bantuan tetapi belum terdata.
“Kita membuka hotline dengan kelurahan terkait aduan-aduan. Dan saya juga mengajak ke rekan-rekan laporkan apabila memang dia tidak layak mendapatkan bantuan dan benar-benar layak mendapatkan bantuan. Nanti akan kita intervensi,” jelas Respati.
Pengentasan Kemiskinan Tak Cukup dengan Bansos
Menurut Respati, upaya meningkatkan jumlah warga yang graduasi dari bansos tidak bisa hanya mengandalkan penghentian bantuan. Pemerintah juga harus menyiapkan program pemberdayaan agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mandiri secara ekonomi.
Karena itu, Pemkot Solo terus mendorong berbagai program pengentasan kemiskinan. Salah satunya melalui Sekolah Rakyat serta sejumlah program nasional yang telah hadir di Kota Solo.
Pemkot juga menawarkan Program Rumah Siap Kerja untuk membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan yang layak.
Selain itu, Pemkot Solo menyiapkan program KAMIS yang direncanakan diluncurkan tahun depan. Program tersebut akan menjadi salah satu instrumen intervensi pemerintah untuk mendorong masyarakat keluar dari kondisi kemiskinan.
“Karena kita akan intervensi. Tugas kita adalah pengentasan kemiskinan,” tegas Respati.
Warga Mandiri, Ekonomi Solo Makin Kuat
Respati menilai keberhasilan pengentasan kemiskinan tidak hanya berdampak pada kesejahteraan masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap perekonomian Kota Solo secara keseluruhan.
Semakin banyak warga yang mampu mandiri secara ekonomi dan tidak lagi bergantung pada bantuan, maka semakin besar pula potensi penguatan ekonomi daerah.
“Jika masyarakat, pengentasan kemiskinan ini berhasil, pasti ekonomi kita lebih maju ke depannya,” imbuhnya.








