Api Pertandingan ASEAN Para Games Dinyalakan, Torch Relay Berlangsung Meriah

oleh
Sandiaga Uno saat membawa obor bersama Gibran dan peserta torch Relay di Stadion R Maladi Sriwedari Minggu (24/7/2022) | MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno bersama Ketua Indonesia ASEAN Para Games Organizing Committe (INASPOC) Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah atlet mengikuti Torch Relay atau kirab obor menjelang Asean Para Games 2022.

Kegiatan lari estafet dengan membawa obor ini mulai dari sekitar Stasiun Purwosari, Stadion R Maladi Sriwedari hingga Balaikota Surakarta, Minggu (24/7/2022) dari pukul 06.00 – 7.30 WIB yang kemudian obor api itu kemudian disemayamkan di depan Balaikota.

Acara yang berlangsung dengan Car Free Day (CFD) tersebut juga dihadiri sejumlah artis ibu kota seperti Ryan D’Masiv, Erica Carloss, Deswita Maharani, Mario Lawalata dan Sadana Agung yang turut iku melakukan estafet membawa obor.

Kegiatan juga semakin meriah dengan penampilan Fire Dance dari penari Institut Seni Indonesia Surakarta.

“Geliatnya sudah keliatan tadi ketika saya berlari. kita harapkan kebangkitan pariwisata ekonomi tidak hanya solo tapi juga indonesia. Mudah-mudahan kirab obor ini jadi pembangkit ekonomi kita pasca pandemi,” kata Sandiaga saat ditemui awak media di Sriwedari.

Ia juga optimis, para atlet Indonesia bisa bertanding dengan maksimal dan memperoleh hasil yang terbaik untuk negri tercinta.

Di kesempatan yang sama, Gibran mengaku pihaknya yakin, Indonesia bisa memboyong medali emas dalam berbagai cabang olahraga.

“Pokoknya optimis, semua persiapan sudah oke, sudah matang, venue, panggung dan lain-lain sudah beres,” Ungkapnya.

Dari pantauan MettaNEWS di lokasi estafet obor ini memakan perjalanan sejauh kurang lebih 4,5 kilometer, para peserta pun nampak tetap bersemangat meski jarak tempuh lari cukup jauh.

Sekitar pukul 07.30 WIB Api Penanda pelaksanaan ASEAN Para Games itu telah disemayamkan di Balaikota, dan ketika semua peserta sampai di Balaikota mereka disambut berbagai pertunjukan seperti Reog dan Tari Gedrug.