Jelang 1 Sura, Kebo Bule Keraton Surakarta Beranak Gudel Jantan

oleh
Kebo keraton surakarta
Anak kebo bule atau kerbau albino milik Keraton Surakata dan sang induk Nyai Juminten saat berada di Kandang Maheso Pusoko sisi barat, Sabtu (23/7/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Kebo bule atau kerbau albino Keraton Surakarta melahirkan pada Sabtu, (23/7/2022) di Kandang Maheso Pusoko sisi barat. Kerbau betina berusia 9 tahun bernama Nyai Juminten ini melahirkan gudel (anak kerbau) jantan.

Berbeda dengan sang induk yang berwarna hitam kecoklatan, gudel jantan ini lahir albino atau bule. Belum ada satu hari, bayi kerbau ini belum dapat berdiri tegak untuk sekedar menyusu.

Srati atau pawang kerbau Keraton Surakarta mengatakan bayi kerbau jantan tersebut lahir di Sabtu siang.

“Tadi siang jam 12-an lahir, sudah dicek dokter Bambang gudel e (anak) kerbau sehat tadi induk sama anaknya sudah disuntik biar kuat sama dikasih vitamin,” kata Heri kepada MettaNEWS saat ditemui di Kandang Maheso Pusoko Kagungan Dalem Keraton Surakarta, Sabtu (23/7/2022) pukul 22.28 WIB.

Kebo keraton surakarta
Kebo bule atau kerbau albino Keraton Surakarta melahirkan bayi kerbau jantan, Sabtu (23/7/2022) di Kandang Maheso Pusoko sisi barat | MettaNEWS / Adinda Wardani

Proses babaran Nyai Juminten dibantu Dokter Bambang Irawan. Dua hari lagi, gudel Nyai Juminten hasil perkawinan dengan kerbau bernama Somali (jantan) akan diperiksa kesehatannya.

“Tadi ari-arinya sudah keluar. Biasanya disuruh nunggu 27 jam, ini tadi malah sudah keluar langsung dikubur,” tambahnya.

Dikatakan Heri, gudel tersebut sudah bisa berdiri meski belum begitu lincah. Sang induk pun belum bisa menyusui lantaran tak napsu makan sebabkan air susu belum keluar. Terlebih kerbau betina ini juga masih dalam proses pemulihan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Air susunya belum bisa keluar biasanya kami bantu dikompres dengan air hangat biar bisa nyusu, ini nanti masih nyusu sampai satu bulan baru bisa diajari makan rumput sama jagung,” terang Heri.

Dikatakan Heri, kerbau Nyai Juminten merupakan pasukan inti kawanan kebo bule yang selalu menjadi cucuk lampah atau pengawal dalam prosesi kirab pusaka Keraton Solo. Saat ini anak kerbau tersebut masih dikandang dan dipisah dengan kerbau yang lain.

“Nanti 5 hari lagi ada bancakan (syukuran) baru dikasih nama sesuai tradisi. Ini belum begitu lincah nanti kalau sudah sepasar balunge (tulangnya) sudah kuat bisa dikeluarkan dari kandang, kalau sekarang belum berani takut kesenggol belum bisa lari,” jelasnya.

Lebih lanjut pihaknya membeberkan prosesi adat bancakan kelahiran anak kerbau ini akan digelar pada Rabu, (27/7/2022) sekira pukul 10.00 WIB.

Sementara itu perihal Kirab Pusaka 1 Sura pihaknya belum dapat memastikan 7 kerbau utama tersebut akan diikutsertakan atau tidak.

“Yang dipakai untuk kirab yang di barat, yang di sana (timur) belum berani. Tapi ini masih pemulihan dulu, kami andi dalem menunggu keputusan dari Sinuwun,” tutupnya.