SOLO, MettaNEWS – Lomba mewarnai tingkat TK hingga SD yang digelar Pengurus Daerah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PD Ipemi) Solo berlangsung meriah di Solo Square, Minggu (21/12/2025).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian acara liburan di mall Solo Square dan porgam kerja Ipemi Solo ini disambut antusias puluhan anak bersama orang tua mereka.
Ketua Panitia Lomba Mewarnai PD Ipemi Solo, Sekar Asih, mengatakan antusiasme peserta jauh melampaui perkiraan panitia.
“Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang sebenarnya kalau tidak ditutup itu pesertanya banyak. Jadi kita sudah ada aturannya, sampai tanggal 17 sudah ditutup, total ada 95 peserta,” ujar Sekar.
Ia menjelaskan, peserta lomba berasal dari jenjang TK, PAUD hingga SD kelas 3. Informasi lomba disebarkan melalui media sosial namun tetap mendapat respons luar biasa dari masyarakat.
Sekar menambahkan, tujuan utama lomba mewarnai ini adalah untuk mengasah kreativitas, bakat, kemandirian, serta rasa percaya diri anak sejak dini.
“Tujuannya untuk mengasah kreativitas anak-anak, bakat anak itu terasah, supaya mereka juga mandiri dan percaya diri,” katanya.
Tak hanya untuk anak-anak, kegiatan ini juga dirancang melibatkan orang tua. PD IPEMI Solo bekerja sama dengan mitra usaha Moorlife menghadirkan sosialisasi produk bagi pendamping peserta.
“Selain anak-anak, orang tua juga kita arahkan untuk mengikuti sosialisasi dan memasak bersama Moorlife. Jadi acaranya itu berkeluarga, semuanya berkegiatan. Harapannya Ipemi dikenal masyarakat sebagai Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia yang berperan aktif dan bermanfaat,” imbuh Sekar.
Sementara itu, Ketua Umum PD Ipemi Solo, Atik Puji Lestari, menyampaikan bahwa kegiatan mewarnai ini direncanakan menjadi agenda rutin organisasi.
“Mewarnai ataupun lomba menggambar nantinya itu akan rutin. Kemungkinan setahun dua kali,” jelas Atik.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan ruang kreativitas bagi anak-anak, tetapi juga edukasi bagi para ibu yang mendampingi.
“Tidak cuma itu, ibu-ibu yang membersamai anak-anak juga akan ada demo masak yang bermanfaat dan demo penggunaan alat-alat, supaya adik-adiknya tidak merasa terganggu dan mereka dilatih untuk mandiri,” terangnya.
Atik juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk manajemen Solo Square dan panitia.
“Terima kasih semua juri pada hari ini yang sudah bisa bersama kita. Terima kasih kepada Ibu Ninik yang sudah memberikan fasilitas di Solo Square, juga kepada Ketua Panitia Ibu Sekar yang sudah mempersiapkan ini dengan cukup matang,” ucapnya.
Ia mengaku tidak menyangka antusiasme peserta begitu tinggi, terlebih kegiatan digelar di masa liburan.
“Pesertanya di luar dugaan karena persiapannya juga sangat singkat. Di masa liburan yang biasanya anak-anak pergi ke mana-mana, ternyata antusiasnya sangat tinggi. Anak-anak aktif, semangat, dan hasil mewarnainya bagus-bagus, gradasinya juga bagus,” katanya.
Ke depan lanjut Atik, PD Ipemi Solo berharap dapat memperluas jangkauan peserta hingga ratusan anak dan mengembangkan program serupa untuk remaja.
“Semoga ke depannya PD Ipemi Solo semakin memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya Solo Raya. Anak-anak ini penerus bangsa, jadi kegiatan positif seperti ini sangat kita dukung. Harapannya nanti bisa sampai ratusan peserta,” ungkap Atik.
Ia juga menyinggung rencana program khusus bagi generasi muda sebagai bentuk pendidikan karakter.
“Kita punya program ke depan untuk Gen Z, semacam revolusi mental untuk anak-anak. Ini masih perencanaan, mungkin nanti menyasar SMA, sebagai kado untuk generasi muda,” tambahnya.

Dari sisi penilaian lomba, Ketua Dewan Juri, Henry Iwan, menjelaskan bahwa aspek kebersihan, kerapian, dan gradasi warna menjadi perhatian utama dalam penjurian.
“Kebersihan dan kerapian ini hampir sama kriterianya. Yang perlu saya tekankan itu kelembutan gradasi. Batas antara warna satu dengan yang lain itu harus hilang, tidak ada garis. Warna harus membaur,” jelas Henry.
Ia menilai kualitas karya peserta saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya, seiring dengan sistem penjurian yang semakin profesional dan independen.
“Yang dulu dengan sekarang memang beda. Sekarang sudah profesional dan independen. Sudah transparan, tidak ada pesan-pesan. Dominasi orang tua juga sudah berkurang,” ungkapnya.
Henry juga memberikan motivasi kepada peserta agar tetap percaya diri dan tidak mudah putus asa.
“Saya mengajak anak-anak untuk lomba ini dari hati kreativitasnya sendiri. Setiap anak itu unik, hasilnya beda-beda. Tetap semangat dan bertahap, karena meskipun tidak juara, itu tetap jadi koleksi karya kalian,” pesannya.
Humas PD Ipemi Solo Suryani berharap untuk kedepan Ipemi Solo dapat terus menyelenggarakan event-event yang lebih besar dengan menggandeng sponsor yang banyak.
“Sehingga PD Ipemi Solo lebih dikenal dan bermanfaat untuk masyarakat luas, tidak hanya kalangan dewasa tapi juga hingga anak-anak,” tambah Suryani.
Sementara itu, Commercial General Manager Solo Square, Ninik Husniati menyampaikan kebanggaannya bisa berkolaborasi dengan PD Ipemi Solo dalam kegiatan tersebut dan menjelang perayaan HUT ke-20
“Kami sambut dengan bangga dan bahagia. Terima kasih Ipemi Solo. Persiapan kita juga hanya satu minggu,” ujar Ninik.
Ia menambahkan, lomba mewarnai ini menjadi bagian dari rangkaian acara liburan sekaligus perayaan HUT ke-20 Solo Square.
“Kita berkolaborasi dengan Ipemi pas HUT Solo Square ke-20. Ini masuk dalam rangkaian acara liburan Solo Square,” pungkasnya.








