SOLO, MettaNEWS — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 PD Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Solo berlangsung meriah di Atrium Solo Square, Sabtu (25/4/2026). Peryaan ini juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Surakarta Vennesa Winastesia.
Momentum ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi juga penegasan perjalanan panjang organisasi perempuan pengusaha tersebut dalam membangun kemandirian ekonomi sekaligus kontribusi sosial di Kota Solo.
Ketua PD Ipemi Solo, Atik Puji Lestari, SE.ST mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan organisasi yang telah menginjak usia sembilan tahun. Ia menilai, usia tersebut bukanlah waktu yang singkat, melainkan penuh dinamika dan tantangan yang berhasil dilalui bersama seluruh anggota.
“Alhamdulillah 9 tahun bukan waktu yang sebentar. 9 tahun itu penuh dengan liku-liku. Alhamdulillah, di masa jabatan saya dua tahun ini, dari yang dulunya belum pernah mendapatkan predikat terbaik se-Indonesia, tahun ini tepat di momen 21 April Hari Kartini kita mendapatkan terbaik satu se-Indonesia,” tutur Atik.
Menurut Atik, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama dan kekompakan seluruh anggota IPeMI Solo yang selama ini terus berproses dan bekerja dengan ikhlas. Ia menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama, melainkan bagaimana organisasi mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Sebetulnya kalau predikat itu nomor sekian, yang utama kita bisa bermanfaat untuk orang lain, kita lillahi ta’ala,” tegasnya.

Atik juga menekankan pentingnya semangat kemandirian perempuan, khususnya dalam bidang ekonomi. Ia menyebut bahwa tantangan zaman menuntut perempuan untuk tidak bergantung, melainkan mampu berdiri sendiri dalam berbagai aspek kehidupan.
“Perempuan harus bisa mandiri. Mandiri dalam segala hal, ekonomi itu sangat sangat penting. Karena pada zaman sekarang ini kalau kita tidak bisa mandiri, masa depan kita tidak akan tercukupi,” katanya.
Dalam dua tahun masa kepemimpinannya, Atik menyebut Ipemi Solo menunjukkan perkembangan signifikan, termasuk aktifnya berbagai kegiatan yang melibatkan puluhan panitia.
“Selama dua tahun masa jabatan saya, Alhamdulillah sudah ada 20 ketua panitia kegiatan. Semua itu kita lalui bersama,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan Ipemi Solo, termasuk Dinas Koperasi serta para mitra yang turut membina anggota agar terus berkembang.
“Terima kasih kepada semua mitra yang sudah support. Anggota kita selalu berproses, dari yang belum punya sertifikasi halal menjadi punya halal, yang belum HAKI menjadi berhasil. Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah mendukung,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PW Ipemi Jawa Tengah, Hj. Listyati Purnama Rusdiana, menilai HUT ke-9 ini menjadi momentum penting untuk menjaga sekaligus meningkatkan capaian yang telah diraih.
“Saya ucapkan selamat ulang tahun ke-9. Ini usia yang sudah matang, dan kematangan ini diwujudkan dengan menerima penghargaan terbaik se-Indonesia. Ini kebanggaan kita bersama,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa prestasi tersebut bukan hanya kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas organisasi.
“Ini menjadi beban kita bersama. Apa yang sudah ada dipertahankan, bahkan kalau perlu ditingkatkan. Kebersamaan harus kita wujudkan secara riil untuk pembangunan di Kota Surakarta dan Jawa Tengah,” katanya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Surakarta. Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi, baik di tingkat lokal maupun nasional.
“Perempuan adalah penggerak ekonomi lokal terkuat di Indonesia. Data menunjukkan ada 66 persen penggerak ekonomi ini adalah perempuan,” jelas Astrid.
Ia menambahkan, di Kota Solo sendiri, lebih dari separuh penduduk perempuan aktif dalam kegiatan ekonomi dan pemberdayaan.
“Di Solo ini ada 55 persen perempuan yang aktif mau bergerak, mau berdaya, dan berusaha. Kita sudah tidak zamannya lagi perempuan pasif,” tegasnya.
Astrid juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas organisasi untuk menciptakan kota yang inklusif, termasuk dalam perlindungan terhadap perempuan sebagai kelompok rentan.
“Perempuan juga masuk kelompok rentan. Masih ada kasus pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan. Kami sudah mengantisipasi dengan layanan UPTD PPA, yang bisa dimanfaatkan untuk konsultasi hingga solusi,” jelasnya.
Selain itu, ia mengingatkan tantangan baru di era digital yang berdampak pada kehidupan keluarga, seperti maraknya kredit online dan judi online yang dapat memicu masalah ekonomi rumah tangga.
“Perkembangan teknologi sangat cepat. Banyak masalah baru seperti kredit online, judi online, yang berdampak pada keuangan keluarga. Perempuan harus bisa menjadi simpul penggerak untuk mengantisipasi hal ini,” ujarnya.
Astrid berharap Ipemi tidak hanya aktif dalam kegiatan rutin, tetapi juga mampu memperluas kontribusi dan menghadirkan inovasi bagi masyarakat.
“Jangan hanya berhenti di kegiatan rutin. Dengan prestasi yang diraih, mari kita buat banyak inovasi. Perempuan berdaya, perempuan penggerak ekonomi, dan yang tidak kalah penting perempuan punya ruang aman di mana-mana,” tandasnya.
Menutup sambutannya, Astrid menyampaikan apresiasi kepada Ipemi Solo atas dedikasinya dalam memberdayakan perempuan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Saya menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada Ipemi PD Solo yang selama ini sudah mendukung dan memberdayakan perempuan di Kota Solo. Apa yang dilakukan akan kembali kepada panjenengan semua dan keluarga,” pungkasnya.
Perayaan HUT ke-9 Ipemi Solo juga dimeriahkan dengan fashion dari Duta Muslimah Ipemi yang menampilkan karya batik Mayaratna. Juga kesenian Angklung yang dimainkan oleh amggota Ipemi Solo. Serta pemberian apresiasi pada ketua kegiatan 9 program utama Ipemi Solo.









