Anggota Orari Solo Tempuh Ujian Negara, 8 Orang Naik Jenjang

oleh
oleh
Anggota Orari Lokal Solo mengikuti ujian negara di Kelurahan Kerten, Laweyan, Solo, Senin (11/12/2023) | MettaNews/Ari Kristyono
Anggota Orari Lokal Solo mengikuti ujian negara di Kelurahan Kerten, Laweyan, Solo, Senin (11/12/2023) | MettaNews/Ari Kristyono

SOLO, MettaNEWS – Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) Lokal Surakarta terus menerus memperkuat eksistensinya. Mereka berhasil menambah anggota berlisensi, bahkan sejumlah anggota lama yang izinnya sudah mati bersedia mendaftar dan mengikuti ujian lagi.

Senin (11/12/2023) Orari Solo mengadakan ujian Ujian Negara Amatir Radio (Unar) Nonreguler VI di Balai Kelurahan Kerten, Solo. Ujian itu mendapat dukungan dari Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Yogyakarta. Mereka mendatangkan personel penguji dengan peralatan unit bus Computer Assistant Test (CAT).

“Yang membuat saya bangga, hari ini ada 7 calon penggalang, 1 calon penegak dan 11 sisanya calon siaga. Ini berarti organisasi terus bertumbuh, bukan cuma menjaring calon anggota baru, tapi anggota lama pun berminat untuk mengembangkan diri dengan naik tingkat,” ujar Ketua Orari Solo, Sumartono Hadinoto kepada MettaNews.

Sementara itu, Ketua Balai Monitor Yogyakarta, Enik Sarjumanah kepada para peserta ujian berpesan agar anggota Orari terus mengembangkan diri dan mengikuti semua aturan. Khususnya, menghadapi Pemilu 2024, Enik menyebut adanya larangan menyebarkan informasi bermuatan politik melalui radio komunikasi.

“Jangan sampai anggota Orari justru menyebarkan informasi yang justru berakibat negatif dan meresahkan. Karena ancamannya tidak main-main. Sebagai contoh, sesuai Pasat 45A ayat (2) UU ITE, menyebarkan informasi yang menyinggung SARA ancaman maksimal pidana penjara 6 tahun dan atau denda maksimal satu miliar rupiah,” tandasnya.

Di luar forum, Enik Sarjumanah kepada MettaNews mengatakan, pihaknya berkomitmen membantu para pehobi amatir radio untuk memiliki lisensi resmi. Penyelenggaraan ujian secara mobil dengan perangkat komputer, menurutnya bisa menjangkau lebih banyak peminat.

“Saya yakin angka kelulusannya bisa maksimal. Untuk calon anggota, soal-soalnya kita beri yang rata-rata. Sedangkan untuk anggota yang naik jenjang, saya yakin dengan jam terbang mereka, soal yang kami berikan pun bukan sesuatu yang susah,” tandasnya.