SOLO, MettaNEWS – Car Free Day (CFD) Solo akan kembali diadakan setelah dua tahun lamanya vakum. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Dinas Perdagangan (Disdag) Solo bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Solo pun sudah mulai mengatur penataan pedagang kaki lima (PKL). Terdapat zonasi PKL pada CFD hari Minggu (15/5) mendatang, penataan ini memiliki konsep yang baru.
“Ada zonasi pedagang itu maksudnya biar pedagang jangan sampai memenuhi jalan lambat atau city walk. City walk itu fungsinya buat jalan kaki. Jalur lambat ya sesuai fungsinya, jadi bukan untuk jualan makanan. Ya nanti yang jualan makanan nanti tak arahkan. Misalnya masuk ke parkiran Loji Gandrung,” ucap Gibran kepada awak media saat ditemui di Balai Kota Solo, Selasa (10/5/2022).
Tidak hanya di Loji Gandrung, Gibran memberikan pilihan tempat jualan bagi PKL di parkiran Bank Jateng, parkiran Graha Wisata atau bangunan-bangunan di sepanjang jalan Slamet Riyadi.
“Jadi pedagang itu tidak mengotori pedagang. Habis selesai CFD kan sampahnya dimana-mana sampai di jalan-jalan. Ini mau kita tata,” tuturnya.
Memiliki konsep yang hampir sama dengan CFD di waktu sebelumnya, Gibran menyebut para PKL akan ditempatkan di titik-titik tertentu.
“Titik-titiknya dimana saja. Jumlah pedagangnya berapa saja nanti sudah diatur oleh Disdag,” sebut Gibran.
Belum ada kepastian panjang jalan yang akan digunakan untuk CFD, hal ini lantaran masih adanya pengkajian oleh Dishub Solo.
“Masih dikaji oleh Dishub ya. Soalnya ada flyover itu. Di Polresta itu sekarang juga ada akses pintu masuk. Itu juga mungkin diperpendek. Tapi kalau Gilingan sampai Gladag itu tetap jauh,” jelas Gibran.
Akan memutuskan setelah zonasi PKL yang bisa menampung hingga sekitar 2 ribuan paguyuban pedagang, Gibran menyebut PKL ini terdiri dari dagangan anak-anak, makanan dan lain-lain.
“Kita penginnya CFD kedepan itu lebih rapi. Saya tahu tidak semuanya tidak pengin olahraga. Ada yang pengin cari sarapan. Tempatnya itu harus rapi. Dan setelah selesai acara itu sampahnya tidak berserakan. Itu yang saya nggak mau,” terangnya.
Akan menjadi kali pertama, CFD ini juga menjadi uji coba yang dapat digelar secara ramai.
“Semua pedagang nanti kita kondisikan untuk bisa jualan. Kita pengin membuka kegiatan ekonomi, tapi yang lebih rapi,” tambahnya.
Akan dilakukan konfirmasi pada waktu terdekat dengan Disdag, pihaknya menyebut segala hal mengenai CFD sudah diatur. Untuk meminimalisir adanya sampah yang berserakan, pihaknya menyebut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan proaktif.
“Wis nanti DLH akan proaktif. Orang-orang kalau habis makan atau minum digletakin begitu saja.ya itu masalah kesadaran. Tapi itu tetap kita back up dengan DLH,” pungkasnya.








