SOLO, MettaNEWS – Kasus Covid-19 di Kota Solo tergolong rendah. Hal ini pun membuat Solo ditetapkan pada kriteria situasi pandemik level 2 pada Senin, (9/5). Level 2 ini merupakan situasi dengan insiden komunitas yang rendah. Penetapan level ini akan berlangsung selama 14 hari. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 di Solo ini berlangsung pada periode 10 Mei 2022 sampai dengan 23 Mei 2022.
Hal ini sejalan dengan adanya Surat Edaran (SE), Berpedoman pada lnstruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2022 tanggal 9 Mei 2022 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2 dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di wlayah Jawa dan Bali, Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Surakarta ditetapkan pada Kriteria level situasi pandemik Level 2 (Situasi dengan insiden komunitas yang rendah).
SE yang ditandatangani Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka tersebut membuat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Solo berjalan 100%. Terus memonitoring pelaksanaan PTM, Gibran juga menyebut puteri keduanya sudah masuk sekolah sejak, Senin (9/5) kemarin.
“PTM kita monitoring terus. Anak saya yang kecil saja dua hari ini masuk terus. Para orang tua murid tenang aja, yang jelas kalau anaknya mengalami panas atau batuk pilek segera dilaporkan saja,” terang Gibran saat ditemui di Balai Kota Solo, Selasa (10/5/2022).
Gibran pun menghimbau agar para orangtua tetap tenang saat anak-anaknya mulai melakukan PTM di sekolah. Ia pun juga memberi instruksi agar segera melaporkan jika anak mengalami gangguan kesehatan. Seperti diketahui beberapa waktu yang lalu, terdapat tiga anak yang meninggal karena Hepatitis. Perlu untuk diwaspadai, namun Gibran juga ingatkan para orangtua untuk memperhatikan gejala sakit.
“Kita penginnya anak-anak sekolah normal,” ucapnya singkat.
Selain itu, Gibran pun juga sedikit mebahas mengenai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Solo yang bolos masuk kerja di hari pertama, Senin (9/5) kemarin.
“Ini sudah diurus sama pak kepala BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia), telat juga banyak. Hari pertama saya sudah bilang, meskipun ada instruksi untuk WFH (work from home) dan lain-lain itu nggak berlaku untuk Solo,” pungkasnya.







